www.AlvinAdam.com


Berita 24 Yogyakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kurator Manfaatkan Kertas Bangun Paviliun Indonesia di Venesia

Posted by On 10.19

Kurator Manfaatkan Kertas Bangun Paviliun Indonesia di Venesia

Ketua Tim Kurator Ary Indra, Deputi IV Bidang Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Joshua Puji Mulia Simandjuntak, dan Ketua Komisioner Venice Biennale Architecture 2018 Ricky Joseph Pesik saat konferensi pers La Biennale Architetettura, di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (14/12/2017).Arimbi Ramadhiani Ketua Tim Kurator Ary Indra, Deputi IV Bidang Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Joshua Puji Mulia Simandjuntak, dan Ketua Komisioner Venice Biennale Architecture 2018 Ricky Joseph Pesik saat konferensi pers La Biennale Architetettura, di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Indonesia akan un juk gigi kali kedua pada La Biennale Architettura di Venesia, Italia, pada 26 Mei-25 November 2018 mendatang.

Sebagai perwakilan, telah terpilih enam kurator yang akan mengisi Paviliun Indonesia di ajang ke-16 tersebut.

Para kurator ini adalah Ary Indra, David Hutama, Dimas Satria, Jonathan Aditya, Ardy Hartono dan Johanes Adika dengan karya berjudul Sunyata: The Phoetics of Emptiness.

Mereka akan menampilkan lndonesia dalam nafas yang lebih kontemporer di luar bentuk dan ornamen tradisional yang selama ini dikenal oleh dunia.

Menggunakan kertas sebagai material utama, Pavuliun Indonesia merupakan abstraksi dari konsep kekosongan yang memiliki beragam wujud dan rupa di arsitektur Indonesia.

"Nantinya di kertas ini, waktu berjalan seolah melambat garis-garis akan mengabur, sudut ruang mengilang, skala manusia dimainkan, manusia akan sadar akan ruang-ruang kosong yang ada di sekitarnya, yang selama ini sering terlupakan," ujar Ketua Tim Kurator Ary Indra saat mempresentasikan karyanya di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Berkeinginan untuk memberi wacana baru pada perbincangan arsitektur yang biasanya didominasi oleh aspek visual, paviliun ini hendak membebaskan tirani bentuk dan rupa bagi manusia yang mengalaminya.

Seperti sebuah wadah kosong, manusia akan menjadi pemeran utama di dalamnya. Perangkat yang biasa digunakan oleh manusia untuk memaknai ruang ditiadakan.

Sebagai ganti tubuh dan panca indera menjadi perangkat utama dalam mengubah, menggubah, dan menguasai ruang.

Konsep kekosongan sering dijumpai pada arsitektur Indonesia misalnya gubahan Taman sari di Yogyakarta atau tatanan rumah Jawa dengan Joglo yang menjadi "pusat" bagi sekitarnya.

Contoh-contoh ruang kosong yang tidak sekedar kebetulan, tetapi sengaja diciptakan dan menjadi generator bagi aktivitas sekitar, hampir bisa ditemukan di mana mana.

Tidak sekedar menjadi papan iklan budaya arsi tektur Indonesia, paviliun dan konsep kekosongan yang diangkat justru ingin memprovokasi arah baru pemikiran arsitektur Indonesia yang berangkat dari nilai-nilai yang sudah lama dipraktekkan.

Paviliun Indonesia pada La Biennale Architettura Venezia 2018, menyasar peluang baru untuk memahami kekayaan arsitektur Indonesia bagi kemajuan ilmu dan praktik arsitektur di masa depan.

Terkini Lainnya

17 Karya Arsitektur Indonesia akan Ditampilkan di Venesia

17 Karya Arsitektur Indonesia akan Ditampilkan di Venesia

Arsitektur 14/12/2017, 23:00 WIB Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Rampung Maret 2019

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Rampung Maret 2019

Konstruksi 14/12/2017, 22:30 WIB Pengembang Apartemen Buka Alternatif Akses Jalan Dewi Sartika

Pengemban g Apartemen Buka Alternatif Akses Jalan Dewi Sartika

Berita 14/12/2017, 22:05 WIB Holcim Klaim Semen Barunya Lebih Cepat Kering

Holcim Klaim Semen Barunya Lebih Cepat Kering

Konstruksi 14/12/2017, 22:00 WIB Proyek 'Join' Pengembang Hongkong dan Sinarmas Diluncurkan Pekan Ini

Proyek "Join" Pengembang Hongkong dan Sinarmas Diluncurkan Pekan Ini

Apartemen 14/12/2017, 21:30 WIB Kurator Manfaatkan Kertas Bangun Paviliun Indonesia di Venesia

Kurator Manfaatkan Kertas Bangun Pa viliun Indonesia di Venesia

Arsitektur 14/12/2017, 21:30 WIB Tantangan Bangun Jalan, Tenaga Ahli Terbatas, Material Tak Berkualitas

Tantangan Bangun Jalan, Tenaga Ahli Terbatas, Material Tak Berkualitas

Berita 14/12/2017, 21:03 WIB 6 Kurator Muda Wakili Indonesia di La Biennale Architettura Venesia

6 Kurator Muda Wakili Indonesia di La Biennale Architettura Venesia

Arsitektur 14/12/2017, 20:25 WIB Electrolux Luncurkan Mesin Cuci Khusus Hijab dan Batik

Electrolux Luncurkan Mesin Cuci Khusus Hijab dan Batik

Berita 14/12/2017, 20:11 WIB Anggaran Terbatas, Pemerintah Hanya Sanggup Perbaiki 8.000 KM Jalan

Anggaran Terbatas, Pemerintah Hanya Sanggup Perbaiki 8.000 KM Jalan

Berita 14/12/2017, 18:38 WIB Bidik Proyek Infrastruktur Indonesia, Shell Luncurkan Aspal Polimer

Bidik Proyek Infrastruktur Indonesia, Shell Luncurkan Aspal Polimer

Berita 14/12/2017, 17:47 WIB Dengan HPC, Konstruksi Beton Diklaim Lebih Efisien

Dengan HPC, Konstruksi Beton Diklaim Lebih Efisien

Konstruksi 14/12/2017, 14:02 WIB Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta Mundur Setahun

Pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta Mundur Setahun

Berita 14/12/2017, 13:00 WIB Arsitek Bandung Raih Penghargaan 'American Architecture Prize'

Arsitek Bandung Raih Penghargaan "American Architecture Prize"

Arsitektur 14/12/2017, 12:00 WIB Refly: Tol Layang Jakarta-Cikampek Kombinasi yang Sempurna

Refly: Tol Layang Jakarta-Cikampek Kombinasi yang Sempurna

Berita 14/12/2017, 11:00 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »