www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 13.06

Suqma Buka Outlet Baru di Yogyakarta

Bisnis

Suqma Buka Outlet Baru di Yogyakarta

Suqma membuka outlet di Yogya dikarenakan daerah ini merupakan satu dari beberapa barometer fesyen di Indonesia.

Suqma Buka Outlet Baru di YogyakartaTRIBUNJOGJA.COM / Yosef LeonCEO Suqma, Riel Tamasya (kanan) dan Creative Director Suqma, Jenahara (kiri) menunjukkan produk scarf Suqma yang bertemakan Asian Games 2018 saat pembukaan outlet barunya di Jl. C Simanjuntak No 41, Minggu (22/7/2018).

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah hadir di Jakarta dan Surabaya, Suqma, sebuah brand pakaian muslim di Indonesia kini turut meramaikan alternatif pi lihan fesyen di Kota Yogyakarta dengan kehadirannya di bilangan Jalan C Simanjuntak No 41.

Dibuka secara resmi pada Minggu (22/7/2018), hadir dalam kesempatan tersebut CEO Suqma yakni Riel Tamasya dan Creative Director Suqma, Jenahara.

Riel mengatakan, alasan pihaknya membuka outlet di Yogya dikarenakan daerah ini merupakan satu dari beberapa barometer fesyen di Indonesia.

Baca: Berawal dari Hobi, Beauty Blogger Ini Mulai Lirik Bisnis Fashion

"Selain itu Jogja juga menjadi representasi dari Jawa Tengah yang tentunya market muslimnya juga potensial, kemudian hijabers Yogya juga fashionable dan stylish jadi kehadiran Suqma bisa menjadi tambahan pilihan bagi mereka," ujarnya pada Tribunjogja.com.

Dalam pembukaannya kali ini, Suqma juga menawarkan diskon 20% bagi para pengunjung untuk beberapa produk tertentu hingga 29 Juki mendatang.

Selain itu, guna mendukung pelaksanaan Asian Games ke 18, pihaknya juga ditunjuk oleh INASGOC untuk menjadi brand official marchandise dengan menghadirkan produk-produk yang bertemakan Asian Games.

Jenahara manambahkan, produk yang bertemakan Asian Games dari Suqma yakni berupa scarf dan inner.

Baca: Bukannya Diperagakan Model Wanita, Fashion Show di Arab Saudi Dilakukan Oleh Drone

"Motifnya ada enam scarf yang bertemakan Asian Games, innernya juga tampilannya lebih sporty," imbuhnya.

Produk bertema Asian Games dari Suqma sendiri dibanderol seharga Rp289.000 dengan tiga motif maskot Asian Games dengan masing-masing maskot sebanyak dua warna yang terdiri dari hewan badak, kijang dan burung.

Diproduksi cukup banyak, produk-produk ini nantinya juga bisa didapatkan di sekitaran venue pelaksanaan Asian Games yakni Stadion GBK Jakarta dan Jaka Baring Palembang. (*)

Editor: Gaya Lufityanti Ikuti kami di Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

thumbnail

Posted by On 10.14

Genap 100 Tahun, Bukti The Phoenix Lestarikan Bangunan ...

Bisnis

Genap 100 Tahun, Bukti The Phoenix Lestarikan Bangunan Bersejarah di Yogyakarta

Hotel yang tahun ini genap berusia satu abad ini merupakan hotel yang menjadi bangunan bersejarah peninggalan kolonial belanda.

Genap 100 Tahun, Bukti The Phoenix Lestarikan Bangunan Bersejarah di YogyakartaistimewaBangunan bersejarah yang kini masih megah di The Phoenix Hotel Yogyakarta

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai hotel dengan bangunan yang berdiri sejak 1918 sudah sepantasnya, The Phoenix Hotel merayakan 100 tahun berdirinya bangunan tersebut.

Hotel yang tahun ini genap berusia satu abad ini merupakan hotel yang menjadi bangunan bersejarah peninggalan kolonial belanda.

Hotel yang dibangun dengan arsitektur Eropa Asia dan menggabungkan modernitas dan nilai tradisional menjadi khas dari hotel yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman 9 Kota Yogyakarta ini.

Baca: Phoenix Hotel Yogyakarta Rayakan Usia Satu Abad, Undang Media, Influencer dan Travel Blogger

Seiring berjalannya waktu dan perubahan nama hingga pengelola hotel, keaslian bangunan depan tetap dijaga hingga sekarang.

Bahkan nilai sejarah dari bangunan ini yang turut memiliki andil dalam proses perpindahan ibukota Indonesia kala itu menuju Yogyakarta tetap dijaga hingga kini.

"Nilai sejarah itu yang sudah selayaknya untuk selalu dikenang," kata Operational Manager The Phoenix Hotel Yogyakarta, Miftakhurrozy pada Tribunjogja.com, Minggu (22/7/2018).

Permulaannya, hotel ini merupakan ba ngunan rumah pribadi saudagar cina kaya raya bernama Kwik Djoen Eng.

Hingga akhirnya, dalam perkembangannya gedung ini berubah menjadi sebuah resident hotel hingga masa pendudukan Jepang.

Meski pada masa setelah itu, dialihfungsikan menjadi kantor konsulat China menyusul kemerdekaan Indonesia dan menjadikan Yogyakarta ibukota negara dari tahun 1946-1949.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho Editor: Gaya Lufityanti Ikuti kami di Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merup akan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

thumbnail

Posted by On 10.14

IPRY Berduka, Mahasiswi Rohul Asal Desa Dayo Meninggal Akibat ...

Rokan Hulu

IPRY Berduka, Mahasiswi Rohul Asal Desa Dayo Meninggal Akibat Kecelakaan di Yogyakarta

Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) Komisariat Rokan Hulu (Rohul) sedang berduka, seorang anggotanya mengalami kecelakaan.

IPRY Berduka, Mahasiswi Rohul Asal Desa Dayo Meninggal Akibat Kecelakaan di YogyakartaistAlmarhumah Nabila Azzahra Pamuji

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny kusuma putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) Komisariat Rokan Hulu (Rohul) sedang berduka, dikarnakan meninggalnya seorang anggotanya karena mengalami kecelakaan.

Baca: Jelang Laga Versus Semen Padang, Tim PSPS Sudah Tiba di Padang, Besok Ujicoba Lapangan

Ketua IPR Yogyakarta Komisariat Rohul, Nofrizal Sayuti, mengungkapkan, mahasiswi bernama Nabila Azzahra Pamuji, meninggal‎ dunia karena kecelakaan di Jalan Raya Solo-Yogyakarta, atau depan Hotel Satoria Yogyakarta, pada Jumat siang (20/7/2018).

Baca: Live Streaming Barito Putera vs Persib Bandung Liga 1 2018, Ini Susunan Pemain Kedua Tim

‎Nofrizal menjelaskan, kecelakaan dialami Nabila, mahasiswi asal Desa Dayo, Kecamata‎n Tandun, Kabupaten Rohul di Jalan Raya Solo-Yogyakarta berawal saat korban dalam perjalanan dari RS Hermina Yogyakarta menuju SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta memonitoring kegiatan Fortasi.

Kemudian, tambahnya, Setibanya di Jalan Raya Solo-Yogyakarta, tepat di depan Hotel Satoria Yogyakarta, menurut saksi mata, sepeda motor dikendarai Nabila terjatuh saat akan menyalip truk di depannya.‎

Baca: Atlet PPO Dispora Riau Ayu Fani Raih Emas di Kejurnas Anggar Jogyakarta

Naas, sepeda motor dikendarai Nabila terjatuh tepat di depan truk yang sedang melaju, kecelakaan pun tidak terhindarkan.

"Motor dikendari Nabila rusak dilindas truk tersebut," katanya, Minggu, (21/7/2018).

Dirinya mengaku, korban Nabila sempat dibawa ke Rumah Sakit Hardjolukito oleh Satpam Hotel Satoria Yogyakarta. Namun tindakan pertolongan medis tidak berhasil. Nabila menghembuskan nafas terakhir pada Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca: Kumpulkan 4 Medali, Tenis Meja Riau Urutan Kedua di Pornas VIII SOIna 2018

‎Nofrizal menilai, Nabila merupakan anak yang ulet dan suka berorganisasi. Korban aktif di segala kegiatan di kampusnya di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan luar kampus.

"Dia anak yang tangguh dan sadar sama tanggung jawabnya. Dia bakal selalu ngusahain melakukan amanah yang ada, gimanapun berat dan kendalanya, Dia itu bela-belain buat monitoring Fortasi ke SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta di sela-sela menjaga adiknya yang sedang dirawat di RS Hermina Yogya. Jadi adeknya itu juga lagi sakit," ungkap.

Baca: Kumpulkan 4 Medali, Tenis Meja Riau Urutan Kedua di Pornas VIII SOIna 2018

Lebih lanjut diterangkanya, Nabila merupakan mahasiswa S1 UAD Yogyakarta ini dikenal rekan-rekannya sebagai pribadi yang supel.‎ Mahasiswi ini juga aktif di PD IPM Yogyakarta sejak 2015, saat menjabat Ketua Umum PR IPM SMAM 2 Yogyakarta.

Selain IPM, Nabila juga aktif di organisasi intra kampus tingkat fakultas. Sejak SMA, Nabila juga punya prestasi cemerlang. Almarhumah juga pernah jadi anggota Paskibraka Kota Yogyakarta angkatan 2015. Sebelum meninggal, Nabila juga masih aktif di komunitas Paskibra.

Baca: Hasil Lengkap dan Klasemen Pekan ke-9 Liga 2 2018 - Semen Padang dan Madura FC Kokoh

Nofrizal mengungkapkan, jenazah almarhumah Nabila disemayamkan di kediaman pamannya di Ja lan Kaliurang KM 12,5 Sleman Yogyakarta, tempat korban dan adiknya tinggal selama merantau di Yogyakarta selama ini.

"Saya dan para pengurus IPR-Yogykarta Komisariat Rohul, termasuk Penasehat IPR-Yogyakarta Komisariat Rohul Eko Mahfudz yang juga dosen aktif UAD Jurusan Ilmu kesehatan Masyarakat (IKM), turut menjenguk jenazah Nabila," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra Editor: Budi Rahmat Sumber: Tribun Pekanbaru Ikuti kami di Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blo g ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

thumbnail

Posted by On 06.43

Phoenix Hotel Yogyakarta Rayakan Usia Satu Abad, Undang Media ...

Kota Jogja

Phoenix Hotel Yogyakarta Rayakan Usia Satu Abad, Undang Media, Influencer dan Travel Blogger

The Phoenix Hotel juga berharap mampu memberikan andil terhadap pariwisata di Kota Yogyakarta

Phoenix Hotel Yogyakarta Rayakan Usia Satu Abad, Undang Media, Influencer dan Travel BloggerTribun Jogja/ Wahyu SetiawanAcara 100 tahun The Phoenix Hotel, The Story of a Greatness Kisah Tentang Sebuah Keagungan di Pandawa Meeting room, Minggu (22/7/2018).

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai satu diantara rangakaian acara semarak satu abad bangunan hotel The Phoenix, Hotel yang berada di pusat kota Yogyakarta ini mengundang puluhan pelaku media, influencer serta travel blogger dalam Influencer and Blogger Rendesvouz.

Acara yang digelar Minggu (22/7/2018) di Pandawa Meeting Room ini memberikan pengertian dan informasi kepada para pelaku media untuk mengetahui sejarah bangunan yang ada di Phoenix Hotel Yogyakarta.

Operational Manager The Phoenix Hotel, Miftakhurrozy menjelaskan melalui kegiatan ini kembali mengingatkan kepada generasi milenial akan nilai historical yang ada di bangunan The Phoenix Hotel Yogyakarta.

"The Phoenix Hotel Yogyakarta merupakan sebuah hotel heritage yang tahun ini genap 100 tahun, oleh karenanya hotel ini memiliki sejarah, yang merupakan bentuk masa lalu yang tak bisa dilupakan justru harus selalu diingat," katanya dalam sambutannya.

Dengan usia yang telah mencapai satu abad ini, The Phoenix Hotel menyimpan banyak kenangan dan sejarah yang ada di Indonesia serta perkembangan Yogyakarta.

"Pheonix m enyimpan beragam sejarah, mulai dari pohon yang ditanam oleh Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, kamar yang pernah digunakan dan berkaitan dengan bung karno yang hingga kini masi dirawat oleh kami," lanjutnya.

Rozy berharap hal tersebut mampu dijaga dan dirawat dan diketahui oleh masyarakat luas serta generasi muda sehingga cerita sejarah ini selalu dirawat dan sejarah ini dapat terus dikenang.

Selain itu, lanjut Rozy, The Phoenix Hotel juga berharap mampu memberikan andil terhadap pariwisata di Kota Yogyakarta terlebih dengan jargon Kota Yogyakarta yang ingin mengedepankan sebagai kota jasa.

"Hingga kini, kita terus berbenah diri, terus memperbaiki diri dan performance pelayanan kita untuk mengangkat pariwisata kota Yogyakarta dan menunjukan kearifan lokal khas Yogyakarta. Tentu kami berharap Yogyakarta semakin maju," pungkas Rozy. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho Editor: ton Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

thumbnail

Posted by On 06.42

Diduga Hendak Tawuran, Polresta Yogyakarta Amankan 17 Pelajar

Kriminalitas

Diduga Hendak Tawuran, Polresta Yogyakarta Amankan 17 Pelajar

Sebanyak 17 pelajar diamankan oleh petugas Polresta Yogyakarta karena diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain.

Diduga Hendak Tawuran, Polresta Yogyakarta Amankan 17 PelajarDok Polresta YogyakartaPetugas Polresta Yogyakarta saat melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang pelajar di Pakualaman, Minggu (22/7/2018) dini hari tadi. Ke-17 pelajar tersebut diamankan karena diduga hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 17 pelajar diamankan oleh petugas Polresta Yogyakarta karena diduga hen dak melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain.

Adapun ketujuhbelas pelajar tersebut diamankan saat berkumpul di sekitaran Puro Pakualaman, Minggu (22/7/2018) dini hari tadi.

Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan beberapa senjata tajam (sajam) dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan terkait siapa pemilik sajam tersebut.

Baca: Peras dan Pukul Remaja, Pemuda Asal Sleman ini Diringkus Polisi

Adapun ke-17 pelajar yang diamankan masing-masing berinisial MA (15), MF (15), RN (19), RB (15), APP (15), kelimanya warga Gunungketur, Pakualaman.

Selanjutnya DS (16) dan RCN (16), keduanya warga Pujowinatan, Purwokinanti, Pakualaman dan MNF (15), warga Gondosuli, Baciro, Gondokusuman.

Selanjutnya ada HL (16), KS (16), warga Bausasran, Danurejan, DKK (15), BDA (15), warga Purbayan, Kotagede, FRM (17), warga, Rejowinangun, Kotagede, FM (14), warga Condongcatur, Depok, Sleman, DA (15), warga Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, MGY (15), warga Karangduren, Banguntapan, Bantul dan DND (14), warga Brontokusuman, Mergangsan.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, SIK membenarkan kejadian tersebut.

Kapolresta menyebut, bahwa diamankannya 17 pelajar tersebut bermula saat pihaknya melakukan kegiatan patroli.

Sesampainya di daerah Pakualaman, pihaknya mendapati beberapa orang dengan mengendarai tiga sepeda motor yang gerak-geriknya mencurigakan.

Karena curiga, pihaknya lantas membuntuti beberapa orang tersebut sampai di sebelah timur lapangan Sewandanan, Puro Pakualaman.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: rid Editor: Gaya Lufityanti Ikuti kami di Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

thumbnail

Posted by On 06.42

Tawarkan Konsep Bidang Sandi, Museum Sandi Yogyakarta Jadi ...

Travel

Tawarkan Konsep Bidang Sandi, Museum Sandi Yogyakarta Jadi Satu-satunya di Asia

Museum Sandi Yogyakarta merupakan satu-satunya di Asia yang menawarkan konsep bidang persandian.

Tawarkan Konsep Bidang Sandi, Museum Sandi Yogyakarta Jadi Satu-satunya di AsiaTRIBUNJOGJA.COM / Alexander ErmandoRuang replika Monumen Sanapati di Museum Sandi Yogyakarta

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Museum Sandi Yogyakarta, Setyo Budi Prabowo mengungkapkan bahwa Museum Sandi Yogyakarta merupakan satu-satunya di Asia yang menawarkan konsep bidang persandian.

"Di dunia baru ada 3, pertama di Amerika Serikat yang dikelola oleh National Security Agency (NSA) dan di Inggris yang dikelola swasta," papar Setyo saat ditemui Tribunjogja.com pada Minggu (22/07/2018) di Museum Sandi.

Setyo menuturkan, Museum Sandi diresmikan 10 tahun yang lalu, tepatnya 29 Juli 2008.

Bangunan yang digunakan dulunya adalah kediaman orang Belanda yang bekerja di pabrik gula.

Baca: Pengunjung Antusias Ikuti Acara Ngopi di Museum Sandi Yogyakarta

Yogyakarta dipilih menjadi lokasi Museum Sandi lantaran memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan Lembaga Sandi Negara (LSN).

Sekarang lembaga tersebut berganti nama menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Secara historis pendirian BSSN pertama kali dilakukan di Kotabaru, Yogyakarta," tutur Setyo yang sudah menjadi Kepala Museum Sandi sejak awal diresmikan.

Setyo juga menyebutkan bahwa dulunya gedung yang dijadikan Museum Sandi s aat ini merupakan Kantor Kementerian Luar Negeri RI ketika Ibukota RI sempat dipindahkan ke Yogyakarta.

Bahkan Gedung Pertahanan RI saat itu dibangun tidak jauh dari bangunan tersebut.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Alexander Aprita Editor: Gaya Lufityanti Ikuti kami di Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.