www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Yogyakarta Tak Butuh Beras Impor

Posted by On 02.24

Yogyakarta Tak Butuh Beras Impor

Yogyakarta Tak Butuh Beras Impor

Petani merontokan gabah saat panen padi di Bogor, Jawa Barat, 17 Januari 2018. (Antara/Yulius Satria Wijaya)

Oleh: Fuska Sani Evani / AB | Kamis, 18 Januari 2018 | 10:41 WIB

Yogyakarta - Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DI Yogyakarta, Arofa Noor Indriani mengatakan pihaknya tidak membutuhkan beras impor, karena produksi dan stok beras lokal masih cukup.

Selama 2017, produksi gabah kering giling (GKG) di DIY mencapai 890.000 ton. Jika dikonversi menjadi beras, sekitar 600.000 ton. Jumlah ini sangat cukup, sebab kebutuhan beras untuk rumah tangga dan nonrumah tangga di DIY hanya 564.000 ton Selain itu, DIY juga akan menyongsong panen raya, sehingga tidak perlu menambah pasokan.

Meski harga be ras di pasaran melonjak, Arofa menyatakan operasi pasar dengan menjual beras seharga Rp 8.800 mampu menekan lonjakan harga.

“Kami bisa menjual dengan harga murah karena memotong rantai distribusi. Gapoktan langsung beli gabah dari petani, kemudian digiling dan disalurkan ke Toko Tani Indonesia,” kata Arofa di Yogyakarta, Kamis (18/1).

Berdasarkan data Dinas Pertanian DIY, luas tanam padi selama September hingga Desember 2017, mencapai 87.701 hektare dan sekitar 76.765 hektare akan panen pada Januari hingga Maret 2018 dengan total potensi produksi padi 405.803 ton.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo meminta petani di wilayahnya tidak perlu resah soal impor beras. Menurutnya, impor beras merupakan kebijakan pemerintah pusat, sementara stok beras di DIY masih aman.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Budi Hanoto yang juga menjabat kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta. Menurutnya, impor beras merupakan kebijakan pemerintah pusat, berdasar kalkulasi nasional.

“Kalau memang ada alokasi untuk DIY, penggunaannya akan sangat selektif, dalam situasi emergency saja," terangnya.

Budi juga memastikan jika DIY mendapat alokasi beras impor dari pemerintah pusat, tetap tidak akan mengganggu eksistensi beras lokal. Sebab, penggunannya bisa diatur sedemikian rupa, dari sisi besaran, maupun waktu pengeluarannya.

Terkait naiknya harga beras yang juga terjadi di DIY, Budi menyampaikan pihaknya melakukan stabilisasi harga beras dengan meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi pasar yang dilakukan Bulog DIY di pasar maupun langsung kepada masyarakat, serta optimalisasi kios Segoro Amarto sebagai sarana referensi harga (price reference).

Dengan upaya tersebut, TPID DIY berhasil menjaga inflasi sebesar 4,20 persen selama 2017. "Pada 2018, tantangan risiko tekanan inflasi yang perlu dicermati TPI D DIY berasal dari komoditas volatile food, khususnya beras yang sudah terjadi sejak pengujung tahun 2017 dan berlanjut hingga awal Januari 2018," katanya.


Sumber: Suara Pembaruan ARTIKEL TERKAIT
  • Bulog Pastikan Beras Impor Tak Ganggu Harga di Daerah
  • FOKUS: Kalau Benar Surplus Beras, Kenapa Impor?
  • Jokowi Diminta Dengarkan Suara Bupati
  • Stok Beras Aman, Jateng Tolak Beras Impor
  • Harga Beras Kemasan Plastik di Bengkulu Melonjak Tajam
  • Bulog: Impor 500 Ribu Ton Beras Sebelum Akhir Februari
  • 1 Impor Beras 2 Perombakan Kabinet 3 Mezanin BEI Ambruk 4 Mahar Politik 5 Fredrich Ditangkap
    • 3 Dokter IDI Menolak Jadi Saksi Meringankan Bimanesh
    • Menteri Susi Cabut Larangan Penggunaan Cantrang
    • 1 Februari, Operasi Simpatik Angkutan Online Digelar
    • Anies Luncurkan Hunian DP Rp 0
    • Wajah Wilayah Perbatasan Alami Perubahan Signifikan
    • Novanto: Terima Kasih Jokowi
    • Ini 9 KK yang Belum Menandatangani Amandemen Kontrak
    • Trotoar Sudirman-Thamrin Berkonsep Hijau dan Terintegrasi MRT
    • Kuasa Hukum Tak Tahu Klaim Fredrich Laporkan Pimpinan KPK ke Kepolisian
    • Sugeng dan Inggrid, Calon Terkaya dalam Pilkada Bogor
Sumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »