www.AlvinAdam.com

Berita 24 Yogyakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara ...

Posted by On 10.44

C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara ...

Pesawat Hercules C-130 menjalankan operasi dukungan dengan menurunkan logistik yang diperlukan pasukan dengan parasut. Operasi ini dilakukan sebagai bagian penguasaan kembali wilayah dalam Latihan Jalak Sakti yang diselenggarakan Komando Operasi TNI AU I di Air Weapon Range (AWR) Buding, Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (31/5/2016). Dalam latihan ini, diskenariokan satu wilayah Indonesia dikuasai musuh dan direbut kembali prajurit TNI AU.KOMPAS/NINA SUSILO Pesawat Hercules C-130 menjalankan operasi dukungan dengan menurunkan logistik yang diperlukan pasukan dengan parasut. Operasi ini dilakukan sebagai bagian penguasaan kembali wilayah dalam Latihan Jalak Sakti yang diselenggarakan Komando Operasi TNI AU I di Air Weapon Range (AWR) Buding, Belitung Timur, Provinsi Bangka Belit ung, Selasa (31/5/2016). Dalam latihan ini, diskenariokan satu wilayah Indonesia dikuasai musuh dan direbut kembali prajurit TNI AU.

DALAM satu upacara meriah pada hari Selasa (24/4/2018), Panglima TNI meresmikan koleksi pesawat C-130B Hercules T-1301, Fokker F27 T-2707, AVIA-14 T-414, Hawker Hunter F.Mk 4 N-112 dan Museum Engine R Ahmad Imanullah di Museum Pusat Angkatan Udara Mandala, Yogyakarta.

Hercules dengan nomor registrasi T-1301 adalah pesawat Hercules yang kali pertama menjejakkan roda pendaratnya di Kemayoran, Jakarta Indonesia.

Menjadi istimewa karena pesawat Hercules inilah yang pada saat terbang perdana dari Amerika Serikat ke Jakarta Indonesia pada 1960 telah diawaki oleh para kru Angkatan Udara Republik Indonesia di bawah pimpinan Kapten Pilot S Tjokro Adiredjo.

Khusus tenta ng registrasi pesawat Hercules yang kini menggunakan huruf A (Angkut), dahulu menggunakan huruf T (Transport) yang merupakan penyesuaian dalam proses perkembangan penyempurnaan administrasi, khususnya soal registrasi pesawat-pesawat terbang Angkatan Udara secara keseluruhan pada waktu lalu.

Untuk mengabadikan Hercules pertama yang tiba di Indonesia, Hercules C-130 B yang menjadi koleksi museum pusat Angkatan Udara dikembalikan lagi nomor registrasinya di badan pesawat dengan huruf T, yaitu T-1301.

Dengan demikian, kita dapat menyaksikan pesawat Hercules yang orsinal, pertamakali datang di Indonesia dalam Museum Angkatan Udara Jogyakarta.

Selain sebagai pesawat terbang Hercules yang pertama tiba di Indonesia, konon Indonesia merupakan negara pertama di luar Amerika Serikat yang menggunakan pesawat Hercules.

Pada 1960-an, Hercules masih merupakan produk baru dari Arsenal Sistem Senjata Amerika Serikat dalam sebuah program yang tengah mencari pengganti pesawat D akota C-47 yang banyak jasanya dalam kancah perang dunia.

Kita patut berbangga hati karena telah menjadi negara pertama pula di luar Amerika Serikat yang telah juga menjalani proses tahap awal peningkatan performa unsur angkut strategisnya dari Dakota ke Hercules.

Keistimewaan Hercules dalam pelaksanaan operasi penerbangan telah banyak sekali mengukir sejarah spektakuler di seluruh dunia, yang tidak hanya mencakup operasi militer, tetapi juga banyak operasi kemanusiaan.

Di samping jasa yang sangat luar biasa dari armada Hercules dalam berbagai operasi penerbangan di Tanah Air, antara lain Dwikora dan Trikora, ada beberapa operasi kemanusiaan yang dijalankan sebagai bagian dari penyelamatan korban bencana alam, seperti tsunami Aceh dan badai besar di Darwin.

Seperti dikutip oleh Marsekal Pertama Purn Darmadji pada kesempatan kata sambutan dalam upacara tersebut, salah satu misi yang sangat luar biasa adalah tentang penerbangan Hercules terakhir dalam operasi p enyelamatan pengungsi pada pengujung perang Vietnam.

Ketika itu, Hercules yang hanya berdaya tampung tidak lebih dari 92 orang ternyata telah "dipaksa" membawa para pengungsi keluar Vietnam sebanyak 352 orang.

Tidak itu saja, ruang yang cukup lebar pada "Flight Station" atau kokpit sebenarnya juga hanya diperuntukkan bagi tidak lebih dari 4 sampai 5 orang awak, tetapi ketika itu dipenuhi 32 orang pengungsi.

Catatan ini tercantum dalam buku "Pelangi Dirgantara" terbitan Dispenau, yang merujuk pada catatan dalam buku prestasi pesawat Hercules di seluruh dunia keluaran Pabrik pesawat Hercules, Lockheed Marietta, Georgia, AS.

Bertambah lagi ukiran sejarah penting dalam perjalanan pembinaan dirgantara di Tanah Air dengan masuknya pesawat terbang Hercules pertama yang mendarat di Indonesia pada 1960 sebagai bagian dari koleksi pesawat terbang yang memiliki peran dalam sejarah perjuangan Angkatan Udara Indonesia di Museum Lanud Adistjip to, Yogyakarta.

Semoga minat dirgantara generasi muda bangsa dapat terpelihara dan senantiasa berkembang terus dengan baik.

Nenek moyangku orang pelaut, anak cucuku insan dirgantara.


Berita Terkait

C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara YogyakartaGaruda Indonesia, Standar Keselamatan, dan RUPSTNI-AU Tersisih dari Halim PerdanakusumaDirgahayu Angkatan Udara Republik Indonesia 9 April 2018Gagasan dan Pelajaran Berharga dari Industri Pertahanan Kita

Terkini Lainnya

Ini Kata Dunia Soal Pertemuan KTT Antar-Korea

Ini Kata Dunia Soal Pertemuan KTT Antar-Korea

Internasional 27/04/2018, 23:49 WIB Pelajar SMP Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Lusi

Pelajar SMP Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Lusi

Regional 27/04/2018, 23:14 WIB Tim SAR Temukan Satu Pendaki yang Hilang di Gunung Dempo

Tim SAR Temukan Satu Pendaki yang Hilang di Gunung Dempo

Regional 27/04/2018, 23:12 WIB Tim Dokter RSHS Tunda Pemisahan Bayi    Kembar Siam hingga Usia 4 Bulan

Tim Dokter RSHS Tunda Pemisahan Bayi Kembar Siam hingga Usia 4 Bulan

Regional 27/04/2018, 22:59 WIB Prabowo Sebut Akan Berikan Tongkat Kepemimpinan ke Generasi Muda

Prabowo Sebut Akan Berikan Tongkat Kepemimpinan ke Generasi Muda

Nasional 27/04/2018, 22:55 WIB Diimingi Rp 2 Juta, Ibu Rumah Tangga Jual Sabu untuk Menghidupi Keluarganya

Diimingi Rp 2 Juta, Ibu Rumah Tangga Jual Sabu untuk Menghidupi Keluarganya

Megapolitan 27/04/2018, 22:54 WIB Ukraina Siap Gantikan Rusia Pasok Pesawat K   argo ke NATO

Ukraina Siap Gantikan Rusia Pasok Pesawat Kargo ke NATO

Internasional 27/04/2018, 22:49 WIB Inilah Nama Hidangan Makan Malam KTT Antar-Korea Beserta Maknanya

Inilah Nama Hidangan Makan Malam KTT Antar-Korea Beserta Maknanya

Internasional 27/04/2018, 22:47 WIB Perludem Kritik Perubahan Kewajiban Serahkan LHKPN pada Pileg 2019

Perludem Kritik Perubahan Kewajiban Serahkan LHKPN pada Pileg 2019

Nasional 27/04/2018, 22:41 WIB Bapak dan Anak Menghilang Saat Mendaki Gunung Dempo

Bapak dan Anak Menghilang Saat Mendaki Gunung Dempo

Regional 27/04/2018, 22:36 WIB Sandiaga Pastikan Pansel BUMD Terbebas dari Kepentingan Partai

Sandiaga Pastikan Pansel BUMD Terbebas dari Kepentingan Partai

Megapolitan 27/04/2018, 22:34 WIB Imbas Kecelakaan di Rasuna Said, Kopaja dan Metromini Ugal-ugalan Dirazia

Imbas Kecelakaan di Rasuna Said, Kopaja dan Metromini Ugal-ugalan Dirazia

Megapolitan 27/04/2018, 22:27 WIB Natalius Pigai Anggap Kecaman Staf Presiden Tak Level untuk Ditanggapi

Natalius Pigai Anggap Keca man Staf Presiden Tak Level untuk Ditanggapi

Nasional 27/04/2018, 22:26 WIB Posko Pemenangan Dekat Kediaman Obama, Prabowo Anggap Pertanda

Posko Pemenangan Dekat Kediaman Obama, Prabowo Anggap Pertanda

Nasional 27/04/2018, 22:16 WIB Sandiaga: Progres Fisik Proyek MRT Sudah 95 Persen

Sandiaga: Progres Fisik Proyek MRT Sudah 95 Persen

Megapolitan 27/04/2018, 22:13 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »