www.AlvinAdam.com

Berita 24 Yogyakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Marsekal Muda Agustinus Adisutjipto, Penerbang Langka ...

Posted by On 23.04

Marsekal Muda Agustinus Adisutjipto, Penerbang Langka ...

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Komodor muda udara Marsekal TNI Agustinus Adisutjipto merupakan satu dari sedikit barisan pemuda yang memiliki kemampuan menerbangkan pesawat di masanya.

Ia merupakan penerbang Vaandrig Kortuerban Vlieger yang meraih groot military brevet (GMB) kelas 1 dan brevet navigator pada masa penjajahan Belanda.

Sebelum perang pasifik, Adisutjipto ditugaskan di salah satu skadron dengan kekuatan armada pesawat bomber Glenn Martin (B-10). Selanjutnya ia dialihtugaskan ke skadron pengintai Curtiss Falcon.

"Semangat dan keberaniannya itu mengalahkan segalanya, termasuk risiko yang kemungkinan dihadapinya. Tekadnya hanya satu, menerbangkan pesawat-pesawat itu," demikian kutipan buku "Persitiwa Heroik 29 Juli 1947" terbitan Subdinas Sejarah Dinas Penerangan Angkatan Udara.

(Baca juga: Adisutjipto, Bandara Paling Crowded deng an Kapasitas Terbatas)

Adisutjipto kemudian diajak kawan lamanya, Mayor Tentara Keamanan Rakyat Tarsono Rudjito untuk membentuk TKR Jawatan Penerbangan. Tanpa ragu ia pun bergabung. Ia merasa jiwanya terpanggil untuk bisa berbuat lebih banyak dalam melawan imperialis Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Adisutjipto menyadari bahwa kemampuan yang ia miliki masih langka. Tenaganya sangat dibutuhkan untuk mempertahankan NKRI. Semangatnya terpompa untuk menghidupkan Angkatan Udara begitu sampai di Landasan Udara Maguwo, Yogyakarta.

Apalagi ia melihat rakyat Indonesia memiliki kualifikasi sebagai teknisi pesawat pada jaman Belanda dan Jepang. Hal tersebut bisa jadi modal untuk merebut dan menguasai lapangan terbang beserta pesawat-pesawat itu dari tangan penjajah.

"Ia menyadari beban ini dirasa berat, apalagi ia belum pernah menerbangkan pesawat buatan Jepang. Untungnya dia pernah belajar terbang dengan pesawat bersayap dua saat menjadi siswa pe nerbang jaman Belanda," dikutip dari buku tersebut.

Dirikan sekolah penerbangan

Awal baktinya bagi Angkatan Udara dimulai ketika dia menerbangkan pesawat Cureng buatan Jepang yang memakai tanda merah putih pada 27 Oktober 1945. Pesawat itu melintas di langit kota Yogyakarta.

(Baca juga: Bandara Adisutjipto Berbenah untuk Mengurai Kepadatan Penumpang)

Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah penerbangan nasional karena pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, sebuah pesawat terbang beridentitas merah putih terbang di angkasa. Penerbangnya pun orang Indonesia.

Keberhasilan ini memompa semangatnya untuk menerbangkan pesawat lainnya. Namun, ia menyadari bahwa tenaga penerbang sangat kurang.

Adisutjipto berambisi negaranya bisa melahirkan penerbang-penerbang andal pasca Indonesia merdeka. Atas dasar itulah ia memprakarsai sekolah penerbangan pertama di Indonesia yang bermarkas di pangkalan udara Maguwo, Yogyakarta.

Ban dara ini yang kelak berubah nama menjadi Adisutjipto pada 17 Agustus 1947.

(Baca juga: Pengumuman di Bandara Adisutjipto Pakai Bahasa Jawa)

Siswanya terdiri dari beberapa orang yang sudah belajar menerbangkan pesawat, seperti Abdulrachman Saleh dan beberapa yang belum belajar sama sekali. Jumlah siswanya sekitar 30 orang. Tak hanya sebagai kepala sekolah, Adisutjipto juga berperan sebagai instruktur.

Bersama siswa lainnya, ia memperluas jaringan penerbangan ke pangkalan-pangkalan udara yang belum dibuka di Jawa maupun Sumatera bagian selatan.

Dalam waktu singkat, ia menghasilkan tenaga penerbang yang cukup andal. Pada akhirnya sekolah ini ditutup pada 21 Juli 1947 karena situasi dan hubungan dengan Belanda semakin memburuk.

Menerobos blokade Belanda

Adisutjipto dikenal bernyali besar menghadapi penjajah. Sewaktu kota Semarang diduduki tentara Inggris, penduduk dan pimpinan daerah mengungsi ke luar kota.

Adisutjipto langsung menemui pimpinan militer Inggris di Semarang untuk merundingkan masalah tersebut. Hasilnya, ia berhasil mengembalikan Gubernur Wongsonegoro ke Semarang dikawal para pemuda.

Selama Jepang menjajah, Adisutjipto bekerja di Jodsja Jimukyoku, perusahaan angkutan bus pemerintah Jepang. Pasca Indonesia merdeka, ia berhasil merebut pimpinan Jodsja Jimukyoku dan mengganti bendera Jepang yang berkibar di depan kantor tersebut dan menggantinya dengan bendera merah putih.

(Baca juga: AP I: Ada Kemungkinan Bandara Adisutjipto Disamakan dengan Halim)

Pada April 1946, Adisutjipto dijadikan Wakil Kepala Staf II Tentara Republik Indonesia. Ia masih menjalankan tugas penerbangan baik yang bersifat test-flight maupun tugas kemiliteran dan kenegaraan.

Adisutjipto beberapa kali mendapat tugas menerobos blokade Belanda di Indonesia untuk mencari bantuan dan dukungan luar negeri. Ia menumpang pesawat luar negeri yang datang ke Indonesia untuk bisa ke luar.

Saat itu, bangsa Indonesia mendapat simpati dari negara-negara tetangga. Bahkan, mereka bersedia memberi bantuan berupa tenaga instruktur, obat-obatan, persenjataan, termasuk pesawat.

Perjalanannya ke Pakistan dan India pada Juli 1947 menjadi misi terakhirnya. Ia bertemu Ali Jinnah di Pakistan dan Sri Nehru di India. Ia pulang ke Indonesia membawa serta bantuann obat-obatan.

Saat itu, ia menggunakan pesawat VT-CLA Dakota bersama Abdulrachman Saleh dan beberapa penumpang lainnya. Belum masuk ke wilayah Indonesia, pesawat itu diberondong tembakan pesawat Kitty Hawk milik Belanda. Pesawat Adisutjipto pun jatuh dan awak pesawat gugur.

***
Dalam rangka HUT ke-72 TNI AU ini pula, Kompas.com akan menayangkan sejumlah berita-berita angkatan udara Indonesia sejak dahulu hingga saat ini, termasuk kisah-kisah heroik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan. Simak selengkapnya di Kompas.com sepanjang hari ini.

Kompas TV 72 penerjun Korpashkas memeriahkan gelaran bulan Dirgantara peringatan HUT TNI AU yang ke 72.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • HUT ke-72 TNI AU

Berita Terkait

Angkatan Udara Republik Indonesia, 72 Tahun Silam Hingga Kini...

PHB AURI, Tulang Punggung Komunikasi Pejuang Kemerdekaan RI

Kisah Mendebarkan Pesawat RI-001 Selundupkan Senjata Pasca Kemerdekaan

Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Bagian I)

Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Bagian II)

Terkini Lainnya

'Underpass' Mampang-Kuningan Diuji Coba 11 April

"Underpass" Mampang-Kuningan Diuji Coba 11 April

Megapolitan 09/04/2018, 12:58 WIB Menengok Lapangan Banteng yang Hampir Rampung

Menengok Lapangan Banteng yang Hampir Rampung

Megapolitan 09/04/2018, 12:50 WIB Kirim Somasi, Ratna Sarumpaet Minta Dishub DKI Minta Maaf

Kirim Somasi, Ratna Sarumpaet Minta Dishub DKI Minta Maaf

Megapolit an 09/04/2018, 12:50 WIB PT KAI Rekayasa Pelayanan Antisipasi Keterlambatan Kereta

PT KAI Rekayasa Pelayanan Antisipasi Keterlambatan Kereta

Regional 09/04/2018, 12:39 WIB Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Megapolitan 09/04/2018, 12:39 WIB PB IDI Duga Ada yang Sengaja Bocorkan Surat Sanksi untuk Dr Terawan

PB IDI Duga Ada yang Sengaja Bocorkan Surat Sanksi untuk Dr Terawan

Megapolitan 09/04/2018, 12:38 WIB Antisipasi Pendukung Jokowi Bertambah, Gerindra Eratkan Hubungan dengan PKS-PAN

Antisipasi Pendukung Jokowi Bertambah, Gerindra Eratkan Hubungan dengan PKS-PAN

Nasional 09/04/2018, 12:35 WIB 13 Siswa SMA di Gorontalo Jalan Seharian Susuri Hutan demi Ikuti UNBK

13 Siswa SMA di Gorontalo Jalan Seharian Susuri Hutan demi Ikuti UNBK

Regional 09/04/2018, 12:30 WIB Viral, Emak-emak di Bekasi Tampar Petugas SPBU Berkali-kali

Viral, Emak-emak di Bekasi Tampar Petugas SPBU Berkali-kali

Megapolitan 09/04/2018, 12:29 WIB Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Habis)

Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Habis)

Nasional 09/04/2018, 12:25 WIB Kereta Terlambat 6 Jam Imbas Kecelakaan KA Sancaka, Penumpang Kecewa

Kereta Terlambat 6 Jam Imbas Kecelakaan KA Sancaka, Penumpang Kecewa

Regional 09/04/2018, 12:20 WIB PB IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan

PB IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan

Megapolitan 09/04/2018, 12:11 WIB Satu Penembak Atikah Diciduk Polisi Sukabumi di Persembunyiannya

Satu Penembak Atikah Diciduk Polisi Sukabumi di Persembunyiannya

Regional 09/04/2018, 12:07 WIB Tak Setuju Rencana Somasi, Sandiaga Ingin Ratna Sarumpaet Mediasi dengan Dishub

Tak Setuju Rencana Somasi, Sandiaga Ingin Ratna Sarumpaet Mediasi dengan Dishub

Megapolitan 09/04/2018, 12:01 WIB Patah Tulang, Siswa SMA di Kendal Ikut UNBK Diantar Ambulans

Patah Tulang, Siswa SMA di Kendal Ikut UNBK Diantar Ambulans

Regional 09/04/2018, 11:59 WIB Load MoreSum ber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »