www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PHB AURI, Tulang Punggung Komunikasi Pejuang Kemerdekaan RI

Posted by On 23.04

PHB AURI, Tulang Punggung Komunikasi Pejuang Kemerdekaan RI

Prajurit TNI AU beraksi dengan membawa spanduk pada upacara peringatan HUT Ke-72 TNI di Pekanbaru, Riau, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT Ke-72 TNI dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, namun perayaan juga digelar oleh satuan-satuan TNI yang ada di daerah melalui sejumlah kegiatan.ANTARA FOTO/RONY MUHARMAN Prajurit TNI AU beraksi dengan membawa spanduk pada upacara peringatan HUT Ke-72 TNI di Pekanbaru, Riau, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT Ke-72 TNI dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, namun perayaan juga digelar oleh satuan-satuan TNI yang ada di daerah melalui sejumlah kegiatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Andai saja waktu itu tidak ada PHB AURI, maka eksistensi perjuangan Pemerintah Republik Indonesia mungkin tidak akan pernah diketahui dunia internasional," kata pimpinan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Syafruddin Perwiranegara.

Bukan tanpa alasan Syafruddin mengatakan kalimat tersebut. Ia paham dan sadar betul peran besar Radio Perhubungan (PHB) Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

Siapa yang sangka, proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, bangsa ini tak henti berjuang meski sudah menyatakan kemerdekaan sekali pun.

(Baca juga: Bapak AURI yang Merekam Sejarah Indonesia Lewat Koleksi Prangko)

Pada 29 September 1945, kedatangan sekutu yang bertujuan melucuti tentara Jepang alih-alih membawa angin segar, justru membawa prahara baru.

Membonceng Netherland Indies Civil Administration (NICA), sekutu justru membukakan pintu masuk tentara Belanda untuk kembali berkuasa di Indonesia. Babak baru pun dimulai.

Belanda merasa masih punya hak atas wilayah Indonesia, namun Indonesia dengan tegas menyatakan sebagai negara berdaulat. Perseteruan itu pun berlanjut dari meja perundingan hingga aksi agresi militer.

Tulang Punggung

Di tengah upaya mempertahankan kemerdekaan RI, disanalah PHB AURI mengambil peran sentral pada Agresi Militer Belanda I dan Agresi Militer Belanda II.

Sejak 21 Juli 1947, Belanda membombardir wilayah Indonesia melalui darat, laut dan udara. Salah satu sasarannya yakni pangkalan udara AURI. Akibatnya, stasiun radio yang dibangun oleh anggota PHB AURI harus ditinggalkan dalam kondisi puing-puing.

Sejak saat itulah, anggota PHB AURI mengadakan gerilya agar tidak mudah dideteksi tentara Belanda. Caranya, dengan membumihanguskan stasiun radio di berbagai pangkalan udara AURI.

(Baca juga: Soeriadi Suryadarma dan AURI di Awal Indonesia Merdeka)

Sementara itu, beberapa alat-alat radio PHB AURI yang Jawa dibawa ke beberapa daerah misalnya ke Tumpang/Kepanjen Malang, Cepu, dan ke induk stasiun PHB AURI di Yogyakarta.

Sementara di Sumatera, bebarapa alat radio yang bisa diselamatkan dari serangan tentara Belanda di bawa ke Pagar Alam Sumatera Selatan. Adapun di Aceh, Stasiun radio didirikan di Kotaraja.

Berdasarkan data yang termuat di buku Radio Perhubungan Auri: Jaringan Komunikasi Mempertahankan Kemerdekaan RI, terdapat 18 stasiun radio PHB AURI pada Oktober 1947.

Pusat stasiun radio PHB AURI dari seluruh stasiun radio yang ada berada di markas tertinggi AURI, Yogyakarta.

Peran penting PHB AURI terlihat saat Belanda melakukan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 dengan sasaran utamanya yakni Yogyakarta, pusat permintaan Republik saat itu.

Kota Yogyakarta pun diduduki oleh tentara Belanda. Sementara beberapa pet inggi pemerintahan ditahan termasuk Kepala Staf Angkatan Udara Komodor Udara S Soerjadarna.

(Baca juga: Letkol Erlina: Sosok Wanita Angkatan Udara Komandan Teknik)

Prajurit TNI Angkatan Udara melakukan persiapan melanjutkan perjalanan membawa bantuan kemanusian untuk pengungsi Rohingya bantuan Pemerintah Indonesia dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 setelah pengisian bahan bakar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Kamis (14/9). Empat unit pesawat Hercules yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma pada 13 September 2017 kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandara Chittagong Bangladesh untuk membawa bantuan beras, gula, tenda darurat, selimut, alat kebutuhan keluarga dan tangki air. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/17.IRWANSYAH PUTRA Prajurit TNI Angkatan Udara melakukan persiapan melanjutkan perjalanan membawa bantuan kemanusian untuk pengungsi Rohingya bantuan Pemerintah Indonesia dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 setelah pengisian bahan bakar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Kamis (14/9). Empat unit pesawat Hercules yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma pada 13 September 2017 kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandara Chittagong Bangladesh untuk membawa bantuan beras, gula, tenda darurat, selimut, alat kebutuhan keluarga dan tangki air. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/17.

Namun, sebelum Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengirim pesan untuk disebarkan ke seluruh stasiun radio PHB AURI.

Pesan tersebut berisi pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera. Tujuannya yakni meneruskan pemerintahan Republik Indonesia menyusul Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta.

Pasca pengiriman pesan itu, stasiun radio PHB AURI di Terban Taman Yogyakarta dihancurkan untuk menghilangkan jejak dan melindungi pejuang dari serbuan tent ara Belanda.

Tak hanya itu, stasiun radio PHB AURI lainnya juga ikut dihancurkan. Sementara peralatannya diselamatkan dan dibawa ke tempat yang aman.

Gerilya

Seusai instruksi KSAU, anggota AURI melanjutkan perjuangan dengan cara bergerilya. Namun peran penting PHB tidak bisa dianggap kecil dalam kondisi bergerilya.

Pasca Yogyakarta diduduki tentara Belanda, Markas Besar Komando Djawa (MBKD) dibentuk di Desa Dekso Kulonprogo di bawah komando A.H. Nasution. Sementera di Sumatera dibentuk Markas Besar Komando Sumatera (MBKS) di bawah PDRI yang dipimpin oleh Syafruddin Perwiranegara.

(Baca juga: Komputer Crash, Data Penting Angkatan Udara Selama 12 Tahun Lenyap)

Meski terpisah jarak, keduanya bisa saling terhubung karena adanya PHB AURI. Saat itu, AURI sudah memiliki sistem perhubungan jarak jauh yang lumayan canggih, bahkan mampu mencapai Rangoon, Myanmar.

Di dekat Yogyakarta, tepatnya di Dusun Banaran, Kecamatan Playen , Wonosari Gunungkidul, Opsir III Boedihardjo bersama Basir Surya dan Sersan Udara Soeroso, membuat stasiun radio PHB AURI PC-2 Playen.

Namun, karena gerilya, stasiun radio PHB AURI PC-2 Playen tidak dibuat di lapangan udara melainkan dirumah warga bernama Ibu Prawirosetomo yang memilki dua orang anak yakni Martono dan seorang anak perempuan.

Ketiganya saling bahu membahu menyelamatkan peralatan radio tersebut dari serangan tentara Belanda.

Mereka menyembunyikan pembangkit listrik di tungku tanah dan ditutupi kayu bakar. Antenanya dibentangkan diantara dua batang pohon kelapa. Pemasangannya pun hanya dilakukan di malam hari saat akan digunakan.

Sementara pagi harinya antena tersebut disembunyikan. Adapun pemancarnya disembunyikan di dapur dekat dengan kandang sapi. Penduduk setempat juga ikut menjaga rahasia tersebut dari tentara Belanda.

(Baca juga: Jayalah Sayap Tanah Airku, Angkatan Udara yang Kucinta!)

Tak sia-sia, stasiun radio PHB AURI PC-2 Playen pun punya peran besar bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, stasiun inilah yang pertama kali mengirimkan berita serangan umum 1 Maret 1949.

Menurut buku Radio Perhubungan Auri: Jaringan Komunikasi Mempertahankan Kemerdekaan RI, berita serangan umum 1 Maret 1949 itu dikirimkan pukul 02.00 WIB pada 2 Maret 1949 ke seluruh radio AURI.

Setelah melalui berbagai proses, berita itu sampai ke Perwakilan RI di New Delhi dan diterima oleh PBB. Eksistensi Republik Indonesia pun diakui oleh dunia Internasional meski Belanda sudah menduduki Yogyakarta.

Bila ditelusuri lebih dalam, berita serangan umum 1 Maret 1949 memeluk beberapa proses dari stasiun radio PHB AURI PC-2 Playen-Bidar Alam-Tangse - Kutaraja Aceh, Rangoon - New Delhi - hingga perwakilan RI di PBB.

Tak hanya PHB AURI PC-2 Playen, stasiun radio PHB AURI lainnnya di luar Jawa juga punya peran penting diantaranya berperan untuk menjadi jembatan perang gerilya yang dilakukan dilakukan oleh para pejuang.

Bahkan stasiun radio PHB AURI "PD-2" Kutaraja dan NBM di Tangse Aceh merupakan Maya rantai untuk meneruskan berita-berita ke luar negeri.

***

Dalam rangka HUT ke-72 TNI AU ini pula, Kompas.com akan menanyangkan sejumlah berita-berita angkatan udara Indonesia sejak dahulu hingga saat ini, termasuk kisah-kisah heroik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan. Simak selengkapnya di Kompas.com sepanjang hari ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • HUT ke-72 TNI AU

Berita Terkait

Angkatan Udara Turki Sepakat Gabung dengan Koalisi Anti-ISIS

Angkatan Udara AS Ungkap Desain Pesawat Pengebom Canggih B-21

Kepala Staf Angkatan Udara Se-ASEAN Piknik ke Candi Borobudur

TNI AU Gelar Latihan Tempur dengan Angkatan Udara Singapura

PTDI Kirim Pesaw at CN235 Pesanan Angkatan Udara Senegal

Terkini Lainnya

'Underpass' Mampang-Kuningan Diuji Coba 11 April

"Underpass" Mampang-Kuningan Diuji Coba 11 April

Megapolitan 09/04/2018, 12:58 WIB Menengok Lapangan Banteng yang Hampir Rampung

Menengok Lapangan Bant eng yang Hampir Rampung

Megapolitan 09/04/2018, 12:50 WIB Kirim Somasi, Ratna Sarumpaet Minta Dishub DKI Minta Maaf

Kirim Somasi, Ratna Sarumpaet Minta Dishub DKI Minta Maaf

Megapolitan 09/04/2018, 12:50 WIB PT KAI Rekayasa Pelayanan Antisipasi Keterlambatan Kereta

PT KAI Rekayasa Pelayanan Antisipasi Keterlambatan Kereta

Regional 09/04/2018, 12:39 WIB Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Megap olitan 09/04/2018, 12:39 WIB PB IDI Duga Ada yang Sengaja Bocorkan Surat Sanksi untuk Dr Terawan

PB IDI Duga Ada yang Sengaja Bocorkan Surat Sanksi untuk Dr Terawan

Megapolitan 09/04/2018, 12:38 WIB Antisipasi Pendukung Jokowi Bertambah, Gerindra Eratkan Hubungan dengan PKS-PAN

Antisipasi Pendukung Jokowi Bertambah, Gerindra Eratkan Hubungan dengan PKS-PAN

Nasional 09/04/2018, 12:35 WIB 13 Siswa SMA di Gorontalo Jalan Seharian Susuri Hutan demi Ikuti UNBK

13 Siswa SMA di Gorontalo Jalan Seharian Susuri Hutan demi Ikuti UNBK

Regional 09/04/2018, 12:30 WIB Viral, Emak-emak di Bekasi Tampar Petugas SPBU Berkali-kali

Viral, Emak-emak di Bekasi Tampar Petugas SPBU Berkali-kali

Megapolitan 09/04/2018, 12:29 WIB Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Habis)

Semangat Penerbang Muda dalam Serangan Balasan TNI AU ke Belanda (Habis)

Nasional 09/04/2018, 12:25 WIB Kereta Terlambat 6 Jam Imbas Kecelakaan KA Sancaka, Penumpang Kecewa

Kereta Terlambat 6 Jam Imbas Kecelakaan KA Sancaka , Penumpang Kecewa

Regional 09/04/2018, 12:20 WIB PB IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan

PB IDI Tunda Sanksi Dokter Terawan

Megapolitan 09/04/2018, 12:11 WIB Satu Penembak Atikah Diciduk Polisi Sukabumi di Persembunyiannya

Satu Penembak Atikah Diciduk Polisi Sukabumi di Persembunyiannya

Regional 09/04/2018, 12:07 WIB Tak Setuju Rencana Somasi, Sandiaga Ingin Ratna Sarumpaet Mediasi dengan Dishub

Tak Setuju Rencana Somasi, Sandiaga Ingin Ratna Sarumpaet Mediasi dengan Dishub

Megapolitan 09/04/2018, 12:01 WIB Patah Tulang, Siswa SMA di Kendal Ikut UNBK Diantar Ambulans

Patah Tulang, Siswa SMA di Kendal Ikut UNBK Diantar Ambulans

Regional 09/04/2018, 11:59 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »