www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Yogya: Klik Disini | Konfirmasi Berita Yogya: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

BI-ISEI Bahas Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor di Yogya

Posted by On 17.27

BI-ISEI Bahas Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor di Yogya

detikFinance / Berita Ekonomi Bisnis / Detail Berita Follow detikFinance Senin, 07 Mei 2018 12:55 WIB BI-ISEI Bahas Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor di Yogya Usman Hadi - detikFinance Foto: Usman Hadi/detikcomFoto: Usman Hadi/detikcom Yogyakarta - Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menggelar seminar nasional 'pengembangan dan pembiayaan industri padat karya berorientasi ekspor' di Kantor Perwakilan BI DIY. Sejumlah ekonom hadir di acara ini.
Kepala Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto menyebut bahwa seminar ini sangat penting. Tema yang diangkat juga relevan dengan pembangunan yang dijalankan pemerintah. Diharapkan dari seminar ini keluar rekomendasi untuk pembangunan Indonesia ke depan.
"Topik kali ini sangat relevan pembangunan di Indonesia," kata Budi dalam sambutannya, Senin (7/5/2018).
Dalam paparannya, Budi banyak menjelaskan tentang kondisi perekonomian di DIY. Menurutnya, perekonomian di DIY berada di jalur yang tepat, meski kekuatan ekonomi di DIY masih ditunjang kontribusi konsumsi yang besar, mencapai 72 persen.
"Namun sayangnya memang ekspor-impor itu masih kontribusinya (kecil), itu di Yogyakart a. Kemudian ekspor-impor tekstil, pakaian jadi masih menjadi andalan utama di DIY. Impor cukup tinggi sekitar 9 persen," ungkapnya.
Budi melanjutkan, sektor industri di DIY saat ini masih didominasi industri jasa, industri kreatif, dan industri di sektor pariwisata. Menurutnya, dengan segala keterbatasan yang ada BI bersama pemrov terus berusaha menjaga iklim usaha di DIY.
Selain itu, kata Budi, kini masih ada beberapa hal yang menjadi kendala ekonomi di DIY. Di antaranya struktur ekonomi yang bertumpu sektor konsumsi, ketimpangan dan kemiskinan yang tinggi, produktifitas tenaga kerja dan akses pembiayaan yang terbatas.
Sementara Dupeti Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara selaku keynote speaker menjelaskan bahwa kini perekonomian di dunia sedang bagus-bagusnya. Hal itu dapat dilihat dari perekonomian di Amerika, Eropa, Jepang, Tiongkok dan India yang terus membaik.
"Sehingga sebenarnya pertumbuhan ekonomi dunia itu pada kondisi yang baik," paparnya.< br/>Meski begitu, Mirza mengingatkan bahwa di saat ekonomi membaik konsekuensinya inflasi juga turut terdongkrak. Fenomena itulah yang kini dilihatnya. Kondisi tersebut tentu harus diwaspadai oleh pemerintah Indonesia.
"Kita defisit terkendali. Walaupun suku bunga Amerika naik dalam dua tahun ini," pungkas dia.
Adapun pembicara lainnya di seminar ini seperti Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Reza Anglingkusumo, Staf Khusus Kemenko Perekonomian Edy Putra Irawady, Staf Khusus Bidang Kebijakan Ekonomi Industri T M Zakir Mahmud.
Kemudian ada Wakil Ketua Pokja II Satgas Percepatan Reformasi Struktural Raden Pardede, Direktur Treasury Bank Mandiri Dharma wangi Junaudi, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Adhi Lukman, dan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat. (hns/hns) Berita Terkait

  • BI: Pemerintah Harus Tingkatkan Ekspor
  • RI-Jepang Sepakat Amandemen Perjanjian Pertukaran Mata Uang
  • Darmin Sebut Kenaikan Bunga Acuan Bisa Redam Penguatan Dolar AS
  • Bagaimana Kondisi Ekonomi RI Triwulan I-2018? Ini Kata BI
  • Peringkat Utang RI Naik, Ini Respons Gubernur BI
  • Pelabuhan dan Bandara Batam Perlu Dikembangkan untuk Pacu Ekspor
  • Proyek Strategis Jokowi di 2017 yang Rampung Baru 2%
  • Peringkat Utang RI Kembali Naik, BI: Ekonomi RI Dipercaya Dunia
Baca Juga detikNews Tak Akan Dukung Jokowi, Yusril Jalin Komunikasi dengan Gatot

Tak Akan Dukung Jokowi, Yusril Jalin Komunikasi dengan Gatot

detikNews Perampok Nenek-nenek di Grobogan Diringkus Polisi

Perampok Nenek-nenek di Grobogan Diringkus Polisi

detikNews Polisi Ciduk 2 Pencuri Spesialis Gedung Sekolah di Grobogan

Polisi Ciduk 2 Pencuri Spesialis Gedung Sekolah di Grobogan

detikNews Jangan Dibuang, Limbah Kertas Bisa Jadi Kerajinan Unik Seperti Ini

Jangan Dibuang, Limbah Kertas Bisa Jadi Kerajinan Unik Seperti Ini

detikNews Polisi Ringkus Begal Berkedok Debt Collector di Jepara

Polisi Ringkus Begal Berkedok Debt Collector di Jepara

detikNews Debat Ronde 2 Pilwalkot Tegal Digelar Malam Ini

Debat Ronde 2 Pilwalkot Tegal Digelar Malam Ini

detikOto Adu Keren Motor di Purworejo

Adu Keren Motor di Purworejo

detikNews Foto: Bri   pka Riyanto yang Viral Tampar Perempuan Buka Suara

Foto: Bripka Riyanto yang Viral Tampar Perempuan Buka Suara

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com News Feed
  • Perjalanan Dolar AS, Terus Menguat Hingga Tembus Rp 14.000

    Perjalanan Dolar AS, Terus Menguat Hingga Tembus Rp 14.000

    Selasa, 08 Mei 2018 00:27 WIB Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin menjadi-jadi. Kemarin bahkan dola r AS sudah tembus Rp 14.000.
  • Sri Mulyani: Saya Tidak Takut Tantangan Berdebat

    Sri Mulyani: Saya Tidak Takut Tantangan Berdebat

    Senin, 07 Mei 2018 23:43 WIB Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan tidak takut ditantang berdebat. Sebelumnya, Rizal Ramli menantang Sri Mulyani debat terbuka soal utang.
  • China Buka Peluang Impor Produk Halal dari Indonesia

    China Buka Peluang Impor Produk Halal dari Indonesia

    Senin, 07 Mei 2018 22:00 WIB Perdana Menteri China Li Keqiang mengaku siap menerima ek spor produk-produk halal dari Indonesia.
  • Dapat Izin Uang Elektronik, Perusahaan Dilarang Ganti Bisnis 5 tahun

    Dapat Izin Uang Elektronik, Perusahaan Dilarang Ganti Bisnis 5 tahun

    Senin, 07 Mei 2018 21:55 WIB BI melarang perusahaan penyedia jasa uang elektronik di Indonesia selain bank berganti bisnis selama lima tahun setelah mendapat izin uang elektronik.
  • Dolar Tembus Rp 14.000, Ini Kata Darmin

    Dolar Tembus Rp 14.000, Ini Kata Darmin

    Senin, 07 Mei 2018 21:30 WIB Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini menembus Rp 14.000. Dolar AS merangkak naik dari sebelumnya di level Rp 13.995. Apa kata Darmin?
  • Kereta LRT Jabodebek Mulai Diproduksi Juli 2018

    Kereta LRT Jabodebek Mulai Diproduksi Juli 2018

    Senin, 07 Mei 2018 21:25 WIB PT INKA memulai produksi kereta LRT Jabodebek Juli 2018.
  • Selain Temui JK, PM China Juga Bertemu 300 Pengusaha RI

    Selain Temui JK, PM China Juga Bertemu 300 Pengusaha RI

    Senin, 07 Mei 2018 20:50 WIB Perdana Menteri China Li Keqiang menemu i 300 pengusaha nasional malam ini.
  • JK Ingin 3 Juta Wisatawan China Sambangi RI Sepanjang 2018

    JK Ingin 3 Juta Wisatawan China Sambangi RI Sepanjang 2018

    Senin, 07 Mei 2018 20:44 WIB JK bicara mengenai upaya peningkatan kerja sama RI-China, salah satunya dalam sektor pariwisata.
  • Bertemu PM China, JK Bahas Kerja Sama Bisnis

    Bertemu PM China, JK Bahas Kerja Sama Bisnis

    Senin, 07 Mei 2018 20:37 WIB Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Indonesia-China Business Summit bersama Perdana Menteri Tiong kok Le Keqiang, ini yang dibahas
  • Ini Pabrik Gerbong LRT Pertama RI di Madiun 20Detik

    Ini Pabrik Gerbong LRT Pertama RI di Madiun

    Senin, 07 Mei 2018 20:16 WIB Indonesia sudah mampu memproduksi kereta LRT sendiri di Madiun. PT INKA (Persero) sudah selesaikan 2 trainset dari 8 trainset yang dipesan untuk LRT Palembang.
  • Libur Lebaran Panjang Mudik Bakal Macet? Ini Kata Menhub

    Libur Lebaran Panjang Mudik Bakal Macet? Ini Kata Menhub

    Senin, 07 Mei 2018 20:05 WIB Menhub Budi Karya Sumadi menjamin libur Lebaran yang sampai 7 hari tak akan menyebabkan memicu kemacetan.
  • 23 Nasabah Bank Mega Nonton Langsung Barca Vs Villarreal di Camp Nou

    23 Nasabah Bank Mega Nonton Langsung Barca Vs Villarreal di Camp Nou

    Senin, 07 Mei 2018 20:03 WIB Sebanyak 23 nasabah Bank Mega berangkat ke Barcelona untuk menyaksikan langsung pertandingan antara FC Barcelona versus FC Villarreal di Camp Nou.
BERITA TERBARU +
  • Perjalana   n Dolar AS, Terus Menguat Hingga Tembus Rp 14.000

    Perjalanan Dolar AS, Terus Menguat Hingga Tembus Rp 14.000 Selasa, 08 Mei 2018 00:27 WIB

  • Sri Mulyani: Saya Tidak Takut Tantangan Berdebat

    Sri Mulyani: Saya Tidak Takut Tantangan Berdebat Senin, 07 Mei 2018 23:43 WIB

  • China Buka Peluang Impor Produk Halal dari Indonesia

    China Buka Peluang Impor Produk Halal dari Indonesia Senin, 07 Mei 2018 22:00 WIB

  • Dapat Izin Uang Elektronik, Perusahaan Dilarang Ganti Bisnis 5 tahun

    Dapat Izin Uang Elektronik, Perusahaan Dilarang Ganti Bisnis 5 tahun Senin, 07 Mei 2018 21:55 WIB

Most
Popular Most
Popular Sumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »