www.AlvinAdam.com

Berita 24 Yogyakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Demo Hari Buruh di Yogyakarta, Diduga Disusupi Oknum hingga ...

Posted by On 10.38

Demo Hari Buruh di Yogyakarta, Diduga Disusupi Oknum hingga ...

Kericuhan saat aksi demo buruh di jalan Jogja-Solo, tepatnya di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (1/5/2018).KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Kericuhan saat aksi demo buruh di jalan Jogja-Solo, tepatnya di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (1/5/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Aksi demo hari buruh pada 1 Mei 2018 lalu merupakan aksi gabungan yang diikuti berbagai elemen mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Awalnya aksi ini berlangsung damai, namun harus berakhir ricuh karena ada perusakan pos polisi dengan bom molotov.

Polisi saat ini sudah menentukan 12 tersangka d ari kericuhan tersebut. Begini cerita dibalik aksi demo yang berakhir ricuh tersebut hingga perkembangan terakhir, seperti dihimpun Kompas.com.

Bermula dari cerita Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DIY Faizi Zain yang mengungkapkan bahwa aksi demo di simpang tiga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga diikuti dari berbagai elemen dan organisasi mahasiswa dari sejumlah kampus di DIY.

Demo mahasiswa ini menamakan diri Gerakan Aksi Satu Mei (Geram). Aksi demo yang disepakati adalah aksi damai.

Baca juga : Tersangka Aksi Demo Hari Buruh yang Ricuh di Yogyakarta Bertambah Jadi 12 Orang

"Aksi itu aksi damai, Kami semua diawal sudah sepakat damai, tanpa anarkisme. Karena aksi gabungan, masing-masing koordinator organisasi bertanggungjawab atas massa aksi dari organisasi masing-masing ," ujar Faizi melalui keterangannya, Rabu (02/05/2018)

Dia mengungkapkan, setiap koordinator sudah menyampaikan k e pesertanya agar aksi tetap menjaga etika, tidak melanggar hukum, santun kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Hanya saja, saat para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Satu Mei (Geram) hendak menutup aksi dengan membacakan pernyataan sikap. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang masuk bergabung dalam aksi. Ciri-ciri mereka mengenakan pakian serba hitam.

Secara tiba-tiba orang-orang berpakaian hitam tersebut melakukan perusakan dan membakar pos Polisi Lalulintas di Simpang Tiga UIN dengan melempar molotov serta melakukan tindakan anarkis dan vandalisme.

Baca juga : Aksi Demo Hari Buruh Ricuh di Yogyakarta, Polisi Amankan 69 Orang

"Tindakan itu memprovokasi massa aksi lainnya dan menimbulkan reaksi keras masyarakat sekitar hingga gesekan tidak bisa dihindarkan. Padahal awalnya masyarakat melihat aksi dengan damai," urainya.

12 Tersangka

Polisi bergerak cepat mengatasi aksi demo buruh yang berakhir ricuh tersebut . Jumlah tersangka dalam aksi demo hari buruh di simpang tiga Universitas Islam Negeri ( UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1 Mei 2018 yang berakhir ricuh kembali bertambah sebanyak 9 orang.

Dengan demikian, total jumlah tersangka yang ditetapkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi 12 orang.

Sebelumnya pada Rabu (02/05/2018) Polda DIY berdasarkan alat bukti yang ada menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

Baca juga : Satu Peserta Aksi Demo Hari Buruh di Yogyakarta Positif Gunakan Narkoba
"Para tersangka ini merupakan mahasiswa) dari berbagai macam perguruan tinggi di Yogyakarta, namun asalnya bukan dari Yogyakarta," ujar Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (03/05/2018).

Dari 12 tersangka tersebut, polisi menahan delapan tersangka sebab ditakutkan mereka akan mengulangi perbuatannya dan mempersulit penyidikan.

Delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersan gka dan dilakukan penahanan yakni AM (24), mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) yang melakukan pelemparan molotov ke pos Polisi Lalulintas.

Kemudian MC (25), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga sebagai koordinator umum aksi.

Baca juga : Demo Peringati Hari Buruh di Yogyakarta Ricuh, Polisi Minta 10 Pelaku Serahkan Diri

Lalu MI (22), mahasiswa UIN Sunan Kalijaga sebagai pemukul papan seng pos Polisi. WAP (24), mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang menendang water barier. Lalu ZW (22), mahasiswa UII yang mematahkan rambu lalulintas.

EA (22), mahasiswa Mercubuana yang menyeret payung Polantas ke tengah jalan dan memukul pos Polisi, dan AMH (20), mahasiswa UII yang memukul pos polisi dengan kayu, melempar petasan dan mematahkan rambu lalulintas.

Selain itu satu tersangka yakni BV (25), merupakan tukang sablon yang diketahui positif menggunakan narkoba dari tes urine. Dalam perkembangan penyidikan, BV juga melakuka n pelemparan molotov ke pos Polisi Lalulintas dan sepeda motor Polantas.

Kompas TV Demo hari buruh yang dilakukan mahasiswa di Yogyakarta berakhir ricuh. Satu pos polisi rusak.

Berita Terkait

Tersangka Aksi Demo Hari Buruh yang Ricuh di Yogyakarta Bertambah Jadi 12 Orang

Satu Peserta Aksi Demo Hari Buruh di Yogyakarta Positif Gunakan Narkoba

Fahri Hamzah dan Fadli Zon Senyum-senyum Lihat Demo Kasus "Retweet" Berita Hoaks

Demo Peringati Hari Buruh di Yogyakarta Ricuh, Polisi Minta 10 Pelaku Serahkan Diri

Tolak Direlokasi, Korban Kebakaran Taman Kota Demo di Balai Kota

Terkini Lainnya

Kapal Perang Yunani Bersenggolan dengan Kapal Turki di Laut Aegea

Kapal Perang Yunani Bersenggolan dengan Kapal Turki di Laut Aegea

Internasional 04/05/2018, 23:46 WIB AS Bentuk Tim Investigasi, Selidiki Jatuhnya Pesawat Kargo Puerto Rico

AS Bentuk Tim Investigasi, Selidiki Jatuhnya Pesawat Kargo Puerto Rico

Internasional 04/05/2018, 23:23 WIB M Nasir: Perguruan Tinggi Harus Peka

M Nasir: Perguruan Tinggi Harus Peka

Regional 0 4/05/2018, 23:20 WIB Dianggap Meninggal, Seorang Wanita Pulang Sehari Setelah Kremasi

Dianggap Meninggal, Seorang Wanita Pulang Sehari Setelah Kremasi

Internasional 04/05/2018, 23:11 WIB Risma: Indonesia Akan Terkenal karena Kulinernya

Risma: Indonesia Akan Terkenal karena Kulinernya

Regional 04/05/2018, 22:59 WIB Terjatuh dari Pohon Aren, Saleh Tewas di Depan Anaknya yang Masih Kecil

Terjatuh dari Pohon Aren, Saleh Tewas di Depan Anaknya yang Masih Kecil

Regional 04/05/2018, 22:58 WIB

Tukang Becak: Pokoknya Cak Imin Wakil Presiden

Regional 04/05/2018, 22:51 WIB Sandiaga Pesan Jaket Asian Games seperti Jokowi

Sandiaga Pesan Jaket Asian Games seperti Jokowi

Megapolitan 04/05/2018, 22:50 WIB Menlu Mesir: Pengiriman Pasukan Koalisi Arab ke Suriah Memungkinkan

Menlu Mesir: Pengiriman Pasukan Koalisi Arab ke Suriah Memungkinkan

Internasional 04/05/2018, 22:49 WIB Ketua DPR Ingatkan Jangan Ada Kelangkaan BBM Jelang Puasa dan Lebaran

Ketua DPR Ingatkan Jangan Ada Kelangkaan BBM Jelang Puasa dan Lebaran

Nasional 04/05/2018, 22:46 WIB Ketua KPK: Aliran Dana Korupsi E-KTP ke DPD Golkar Jateng Kecil, Hanya Rp 25 Juta

Ketua KPK: Aliran Dana Korupsi E-KTP ke DPD Golkar Jateng Kecil, Hanya Rp 25 Juta

Regional 04/05/2018, 22:43 WIB Tjahjo Kumolo: Ada Ormas Ngakunya Pancasila, tetapi Terselubung Mendongkel Pancasila

Tjahjo Kumolo: Ada Ormas Ngakunya Pancasila, tetapi Terselubung Mendongkel Pancasila

Nasional 04/05/2018, 22:42 WIB Trump: Tanggal dan Tempat Pertemuan Saya dengan Kim Bakal Diumumkan

Trump: Tanggal dan Tempat Pertemuan Saya dengan Kim Bakal Diumumkan

Internasional 04/05/2018, 22:41 WIB Disdukcapil Siapkan SOP Baru agar Dokumen Kependudukan Bisa Jadi Satu Hari

Disdukcapil Siapkan SOP Baru agar Dokumen Kependudukan Bisa Jadi Satu Hari

Megapolitan 04/05/2018, 22:40 WIB Di Palembang, Abraham Samad Dideklarasikan Sebagai Calon Presiden

Di Palembang, Abraham Samad Dideklarasikan Sebagai Calon Presiden

Regional 04/05/2018, 22:35 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »