www.AlvinAdam.com

Berita 24 Yogyakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

JCW Layangkan Surat ke KPK Terkait Dugaan Adanya Tindak ...

Posted by On 00.19

JCW Layangkan Surat ke KPK Terkait Dugaan Adanya Tindak ...

Kota Yogyakarta

JCW Layangkan Surat ke KPK Terkait Dugaan Adanya Tindak Korupsi Menara Telekomunikasi di Yogya

Surat itu dikirimkan oleh Koordinator Pengurus Harian (KPH) JCW, Baharuddin Kamba, melalui Kantor Pos kota Yogyakarta

JCW Layangkan Surat ke KPK Terkait Dugaan Adanya Tindak Korupsi Menara Telekomunikasi di YogyaTribun Jogja/ Ahmad SyarifudinKoordinator Pengurus Harian (KPH) Jogja Corupption Watch (JCW), Baharuddin Kamba, melayangkan surat kepada KPK melalui Kantor Pos Yogyakarta, Selasa (8/5/2018)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terkait dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam kasus menara telekomunikasi (mentel) di kota Yogyakarta, Jogja Corruption Watch (JCW) melayangkan surat kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Surat itu dikirimkan oleh Koordinator Pengurus Harian (KPH) JCW, Baharuddin Kamba, melalui Kantor Pos kota Yogyakarta, pada Selasa (8/5/2018) pukul 10.00 WIB.

Dalam isi surat tersebut, JCW memberikan informasi kepada KPK terkait adanya laporan dari masyarakat yang mempersoalkan adanya dugaan perbuatan melawan hukum dalam proses pembahasan Raperda yang saat ini sudah menjadi Perda nomor 7 tahun 2017 tentang penataan dan pengendalian menara telekomunikasi dan fiber optik.

Informasi yang juga disampaikan JCW kepada KPK terkait adanya perbedaan data mengenai jumlah menara telekomunikasi yang berdiri di kota Yogyakarta.

Data dari Dinas penanaman modal dan perizinan kota Yogyakarta menyebutkan jumlah mentel yang mengantongi izin ada 104, sementara dalam draf Perda yang dibahas oleh Pansus DPRD kota Yog yakarta tercatat ada 222.

"Artinya ada selisih 118 menara telekomunikasi yang berdiri di kota Yogyakarta dan tidak terdaftar. Dugaan kuat, ratusan menara ini tidak berizin. Ini yang menjadi persoalan," katanya, saat hendak mengirim surat kepada KPK, Selasa (8/5/2018).

Diakui Kamba, pihaknya sudah melaporkan perkara menara telekomunikasi ini kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Yogyakarta untuk segera menghitung kerugian negara. Namun demikian, sampai saat ini data perhitungan kerugian negara tak kunjung keluar.

"Kami sudah melaporkan persoalan ini kepada BPKP pada 7 Oktober 2017. Namun sampai saat ini belum keluar (perhitungan kerugian negara)," ungkapnya.

Selain ditujukan kepada pimpinan KPK di Jakarta. Surat yang dibawa JCW juga ditujukan kepada instansi lain yakni, Jaksa Agung Republik Indonesia, Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta dan Kepala Perwakilan BPKP DIY. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin Editor: ton Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Polisi Amankan Wanita Penghibur Berseragam SD di Kaltim, Miris Tingkahnya Rusak Citra Pendidikan Sumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »