www.AlvinAdam.com

Berita 24 Yogyakarta

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kisah Perjalanan Panjang Mata Uang Rupiah, Surabaya Dan ...

Posted by On 03.21

Kisah Perjalanan Panjang Mata Uang Rupiah, Surabaya Dan ...

Kisah Perjalanan Panjang Mata Uang Rupiah, Surabaya Dan Yogyakarta Pun Turut Jadi Saksi

Mata uang Indonesia, Rupiah, ternyata punya kisah sejarah yang panjang, sebelum resmi beredar pada akhir Oktober 1946.

Kisah Perjalanan Panjang Mata Uang Rupiah, Surabaya Dan Yogyakarta Pun Turut Jadi Saksi

SRIPOKU.COM - Mata uang Indonesia, Rupiah, ternyata punya kisah sejarah yang panjang, sebelum resmi beredar pada akhir Oktober 1946 untuk menggantikan uang Jepang yang berlaku saat itu.

Seperti apa sejarah lahirnya Rupiah?

Dua bulan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Oktober 1945, Indonesia mengalami kesulitan ekonomi. Menteri Keuangan kabinet pertama kala i tu, Mr. Maramis, menggagas langkah pembuatan mata uang RI, yang istilah pada masa itu, Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).


Gagasan membuat uang sendiri dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang benar-benar berdaulat.

Panitia Dua Selanjutnya, dibentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Republik Indonesia atau dikenal Panitia Dua. Anggotanya adalah Aos Surjatna dan Sahlan Etfeni Osman.

Dikutip dari Harian Kompas, 14 Agustus 1970, dikisahkan bahwa awalnya pengerjaan pencetakan uang dilakukan di Surabaya. Namun, saat itu, November 1945, terjadi pertempuran sehingga pencetakan uang dipindahkan ke Jakarta.

Di Jakarta, pencetakan uang salah satunya dilakukan di Balai Pustaka. Akan tetapi, situasi politik yang memanas, membuat proses pencetakan tak bisa dikerjakan hingga selesai di Jakarta.

Uang kuno seberat 13,5 kil   ogram yang ditemukan oleh salah seorang warga di pekarangan rumahnya di Dusun Gedad, Desa Banyusoco, Playen, Gunungkidul, Jumat (21/10/2016). (Tribun Jogja/ Rendika Ferri K)
Uang kuno seberat 13,5 kilogram yang ditemukan oleh salah seorang warga di pekarangan rumahnya di Dusun Gedad, Desa Banyusoco, Playen, Gunungkidul, Jumat (21/10/2016). (Tribun Jogja/ Rendika Ferri K) ()

Bersama dengan hijrahnya Bung Karno ke Yogyakarta, uang yang sudah jadi beserta bahan bakunya turut dibawa.

Sementara itu, kertas sebagai bahan baku yang sudah tersedia di pabrik kertas Padalarang juga diangkut ke Yogyakarta. Setibanya di Yogyakarta, kertas-kertas tersebut disebar ke berbagai tempat penyimpanan.

Ada yang disimpan di pabrik gula, ada pula yang dititipkan di rumah Pangeran Purbodirdjo yang berada di Kampung Patangpuluhan. Sementara, sebagian lagi ditimbun di gudang percetakan bekas Kolff Buning, di Jalan Lodji Ketjil.

Halaman sela njutnya 12
Editor: Shafira Rianiesti Noor Ikuti kami di Siswa SD Buat Siswi SMP di Tulungagung Mengandung hingga Usia 6 Bulan, Begini Keputusan Keluarga Sumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »