www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mayday, AMP Yogyakarta: Biarkan Papua tentukan nasib sendiri

Posted by On 19.26

Mayday, AMP Yogyakarta: Biarkan Papua tentukan nasib sendiri

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Mayday, AMP Yogyakarta: Biarkan Papua tentukan nasib sendiri
  • Selasa, 01 Mei 2018 â€" 22:47
  • 453x views
Mayday, AMP Yogyakarta: Biarkan Papua tentukan nasib sendiri Tak hanya dari Papua saja, sejumlah mahasiswa Indonesia dan gabungan organisasi masyarakat sipil yang pro terhadap nasib orang West Papua, turut andil. Ratusan mahasiswa asli Papua bersama sejumlah mahasiswa Indonesia dan organisasi masyarakat sipil di Yogyakarta melaksanakan peringatan hari buruh internasional (mayday) dengan menyampaikan sejumlah tuntutan, satu diantaranya penghentian penindasan oleh militer Indonesia di Papua â€" Jubi/AMP Yogyakarta. Edho Sinaga [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Pendulang emas ilegal terus berdatangan ke Korowai Features | Minggu, 29 April 2018 | 17:02 WP DPRP ingin tanah adat diatur untuk perlindungan OAP Features | Minggu, 29 April 2018 | 14:07 WP Kembalikan fungsi hutan Papua Features | Jumat, 27 April 2018 | 14:07 W P Naomi Selan: Keluarga penyebab remaja Papua salah langkah Features | Senin, 23 April 2018 | 14:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yogyakarta, Jubi - Peringatan hari buruh internasional atau Mayday menjadi momentum pergerakan yang dilakukan mahasiswa Papua yang mengenyam pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menyuarakan kebebasan berpendapat, dan memilih referendum sebagai jalan politik serta penegakan sejumlah kasus Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua, tak luput disampaikan oleh sedikitn ya 200 massa aksi tersebut, yang tergabung dalam aliansi KOMITMEN (Komite 1 Mei Untuk Kemerdekaan, Kesetaraan, dan Kesejahteraan).

Dihubungi Jubi, Rico Tude, Sekretaris pembebasan kolektif wilayah Yogyakarta yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, selain berorasi mahasiswa asli Papua ini juga melakukan aksi teatrikal, dengan mempertontonkan kepada masyarakat betapa kejamnya penindasan otoritas milter Indonesia terhadap orang asli Papua.

Tak hanya dari Papua saja, sejumlah mahasiswa Indonesia dan gabungan organisasi masyarakat sipil yang pro terhadap nasib orang West Papua, turut andil.

“Massa aksi kami sekitar 200an orang yang titik startnya terbagi menjadi dua, ada yang memulai aksi dari parkiran ABA (Abu Bakar Ali) dan ada yang memulai aksi dari asrama Kamasan I Papua Yogyakarta, jalan Kusumanegara. Aku sendiri ikut yang dari asrama Kamasan bersama kawan-kawan AMP (Aliansi Mahasiswa Papua),” ujar Rico yang juga anggota Front Rakyat Indonesia un tuk West Papua (FRI WP), Selasa (1/5/2018).

Rico menjelaskan sepanjang perjalanan dari asrama Kamasan ke titik nol kilometer, massa meneriakkan yel-yel Papua merdeka, sembari membawa tandu mayat yang bertuliskan RIP Demokrasi di Indonesia.

“Saat sampai di titik nol, massa aksi Papua langsung melakukan tarian Wisisi, Waita, Tumbuk Tanah, sambil menunggu sebagian massa aksi yang tergabung dalam KOMITMEN yang memulai aksi dari parkiran ABA,” terangnya.

Kendati tidak mendapatkan perlakuan semena-mena dari pihak keamanan, namun ada hal yang sangat disayangkan.

“Di penghujung acara aksi tadi sempat polisi mau menangkap kawan Indonesia yang memegang poster bergambar bintang kejora. Nampaknya mereka lebih khawatirkan dan takut kalau semakin banyak orang Indonesia yang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa West Papua. Tapi massa aksi cepat ambil sikap mengamankan kawan tersebut, syukurnya tidak terjadi apapun,” ujarnya.

Aksi ini kat a Rico, membuahkan 34 tuntutan kepada rezim Jokowi-JK dan juga pengusaha. Namun yang khusus untuk Papua setidaknya terdapat sejumlah poin.

“Usut pelanggaran HAM, tarik TNI/Polri organik dan non-organik dari Papua. Tangkap, adili jenderal pelanggar HAM. Buka seluas-luasnya kemerdekaan berpendapat dan akses terhadap jurnalis internasional ke Papua. Bubarkan struktur komando teritorial. Hapuskan status kawasan industri sebagai obyek vital nasional. Hapuskan program bela negara di kampus. Stop penggusuran dan perampasan tanah serta kembalikan reforma agraria sejati,” terang Rico seperti dalam tuntutan yang diterima oleh Jubi.

Tak hanya itu, sejumlah tuntutan lain yang merupakan suara orang Papua terkait penindasan yang dialami seperti penghapusan pasal makar, serta menyudahi kriminalisasi terhadap aktivis juga turut disampaikan.

“Kami tidak berjalan sendiri. Ada tuntutan terkait buruh juga yang kami sampaikan, seperti penghapusan upah murah, dan stop buruh kontrak serta tuntutan lainnya. Karena ini adalah momen hari buruh, yang merupakan momen perjuangan. Dulu momen ini dilarang, namun karena upaya keras dari buruh, malah diakui oleh penguasa. Semangat ini yang menurut kami sama untuk West Papua,” terangnya.

Sementara itu, beredar informasi jika sejumlah massa aksi tersebut ikut bergabung dengan sejumlah mahasiswa UIN yang disinyalir melakukan perusakan pos polisi setempat. Tak ayal, kabar ini pun dibantah keras Rico.

“Saya memang dengar aksi tersebut ada pembakaran pos polisi. Itu aksi di depan kampus UIN Yogyakarta. Tidak ada mahasiswa Papua yang terlibat dalam aksi tersebut. Itu hoaks (kabar bohong) yang sengaja dilakukan untuk mendeskreditkan mahasiswa Papua di Jogja,” tegasnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Penyandang disabilitas bisa kerja di KAI

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:35
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:31
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Kegiatan Pelatihan Ombusmen Provinsi Papua di Jayapura
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Peresmian Pasar Mama Papua
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:32
Diproduksi : West Papua Updates Aksi Penanaman 500 Pohon oleh Mahasiswa STFT GKI I.S.Kijne Jayapura, Papua.
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:22
Diproduksi : West Papua Updates, WPU ‹ › Terkini
  • Mayday, AMP Yogyakarta: Biarkan Papua tentukan nasib sendiri

    Jawa â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 22:47 WP
  • Penyandang disabilitas bisa kerja di KAI

    Jawa â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 17:29 WP
  • Target laba Rp209 miliar, mampukah Bank Papua?

    Ekonomi â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 17:18 WP
  • Pedagang sayur keliling marak, pasar Pharaa makin sepi pembeli

    Jayapura Membangun â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 17:16 WP
  • Mayday disusupi politik?

    Ibukota â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 17:10 WP
  • Bupati buka sosialisasi survei

    Lapago â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 16:57 WP
  • Sepuluh anggota DPRD Lampung Selatan berkunjung ke Merauke

    Anim Ha â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 16:56 WP
  • Peringatan Hari Buruh di Timika digelar di dua tempat

    Lapago â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 15:33 WP
  • Mimika gelar lomba cerita rakyat tingkat SD

    Lapago â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 15:15 WP
  • Yohanis Bassang resmi jabat Plt Bupati Mimika

    Lapago â€" Selasa, 01 Mei 2018 | 15:10 WP
Populer Untuk apa, mantan Panglima GAM minta dukungan Papua? Lembar Olahraga |â€" Minggu, 22 April 2018 WP | 10986x views Bukan Tiongkok, negara ini adal ah ancaman terbesar Pasifik dan Melanesia Pasifik |â€" Selasa, 24 April 2018 WP | 5781x views Kunjungan diplomat Kepulauan Solomon ke West Papua dikritik rakyatnya sendiri Nasional & Internasional |â€" Kamis, 26 April 2018 WP | 4799x views OPM TPN-PB : Militer Indonesia melewati batas hukum kemanusiaan Polhukam |â€" Jumat, 27 April 2018 WP | 4673x views Pemprov Papua siap berdialog dengan ULMWP dan KNPB Nasional & Internasional |â€" Kamis, 26 April 2018 WP | 4021x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Yogya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »