www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Perlindungan Hukum Bagi Difabel Ditandatangani di Yogyakarta

Posted by On 00.41

Perlindungan Hukum Bagi Difabel Ditandatangani di Yogyakarta

Perlindungan Hukum Bagi Difabel Ditandatangani di Yogyakarta Reporter:

Pito Agustin Rudiana (Kontributor)

Editor:

Susandijani

Jumat, 13 Juli 2018 08:54 WIB
Ilustrasi pengadilan(pixabay.com)

Ilustrasi pengadilan(pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Hak para difabel kembali menjadi perhatian. Kini di Yogyakarta, Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta menandatangani MOU atau nota kesepahaman dengan Yayasan Advokasi Perempuan, Disabilitas, da n Anak (Sapda) tentang komitmen penegak hukum dalam mengimplementasikan hak perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas pada 12 Juli 2018.

PN Kota Yogyakarta merupakan pengadilan kedua di Indonesia yang menandatangani MOU. Pengadilan pertama adalah PN Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta yang menandatangani MOU dengan Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (Sigap) pada 2016 lalu.

Baca juga:
Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah
4 Jurus Agar Difabel Tak Ditolak Membuka Rekening di Bank
Bahasa Isyarat SIBI dan Bisindo, Tilik Perbedaannya

“Tujuannya adalah mewujudkan peradilan yang aksesibel bagi difabel,” kata Direktur Sapda Nurul Sa’adah Andriani di Sekertariat Sapda usai penandatanganan MOU di Kotagede, Yogyakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Aksesibel yang dimaksud meliputi infrastruktur. Seperti pembangunan kantor pengadilan yang menyediakan ram, toilet untuk difabel. Kemudian aksesibel dalam bentuk pem berian pendampingan atau layanan bagi difabel ketika proses peradilan berlangsung. Seperti penyediaan pendampingan psikolog, penerjemah bahasa isyarat, pendampingan bagi saksi maupun saksi korban yang mempunyai keterbatasan intelektual.

“Kami bisa memberikan dukungan asistensi pembangunannya,” kata Nurul.

MOU tersebut merupakan implementasi dari UU Nomer 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang telah disahkan. Pada Pasal 28-39 disebutkan aparat penegak hukum berkewajiban menjamin difabel sebagai subyek hukum, menyediakan bantuan hukum, layanan pendukung yang dibutuhkan difabel, akomodasi yang layak bagi difabel dalam proses peradilan dan unit layanan difabel di hadapan hukum.

Sementara sebelum UU tersebut lahir, Pemerintah DIY dan DPRD DIY telah mensahkan Peraturan Daerah DIY Nomer 4 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Pasal 79 ayat 1 dijelaskan pemerintah dan pemerintah daerah di kabupaten kota bekerjasama den gan lembaga bantuan hukum tertentu untuk menyediakan layanan pendampingan hukum kepada penyandang disabilitas yang terlibat masalah hukum. Tindak lanjut dari perda tersebut adalah disusunnya Peraturan Gubernur DIY Nomer 60 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyediaan Bantuan Hukum Bagi Penyandang Disabilitas.

"Rencananya tahun ini akan disahkan rancangan peraturan pemerintah tentang akomodasi peradilan yang layak bagi difabel yang menjadi amanah UU," kata Nurul.

Ketua PN Kota Yogyakarta Soesilo menjelaskan penandatanganan MOU tersebut juga didorong akreditasi penjaminan mutu yang salah satunya mensyaratkan adanya penyediaan hak-hak difabel di pengadilan. Seperti menyediaan kursi roda, kamar mandi khusus difabel, ruang persidangan khusus saksi korban difabel yang mengalami traumatik melalui teleconference sejak 2012. Sementara sejumlah hakim sudah mengikuti pelatihan persidangan yang berperspektif difabel yang diadakan Komisi Yudisial.

“UU sudah mengaturnya. Dan MOU ini akan memudahkan. Jadi akan kami aplikasikan,” kata Soesilo memastikan.

Lihat Juga


Terkait
  • Pedestrian Sarkem Yogyakarta Juga Disterilkan dari Parkir Liar

    Pedestrian Sarkem Yogyakarta Juga Disterilkan dari Parkir Liar

    6 jam lalu
  • Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah

    Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah

    1 hari lalu
  • Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

    Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

    2 hari lalu
  • Kaiden, Orang Indonesia Pertama Pembuat Tongkat Tunanetra

    Kaiden, Orang Indonesia Pe rtama Pembuat Tongkat Tunanetra

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Perlindungan Hukum Bagi Difabel Ditandatangani di Yogyakarta

    Perlindungan Hukum Bagi Difabel Ditandatangani di Yogyakarta

    5 jam lalu
  • Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah

    Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah

    23 jam lalu
  • 4 Jurus Agar Difabel Tak Ditolak Membuka Rekening di Bank

    4 Jurus Agar Difabel Tak Ditolak Membuka Rekening di Bank 1 hari lalu

  • 4 Jurus Agar Difabel Tak Ditolak Membuka Rekening di Bank

    4 Jurus Agar Difabel Tak Ditolak Membuka Rekening di Bank

    1 hari lalu
  • Foto
  • Intip Latihan Tim Sepak Bola Difabel Nigeria Jelang Piala Dunia

    Intip Latihan Tim Sepak Bola Difabel Nigeria Jelang Piala Dunia

    5 jam lalu
  • Intip Cara Tunanetra Palestina Membuat Sikat Pembersih

    Intip Cara Tunanetra Palestina Membuat Sikat Pembersih

    13 hari lalu
  • Video
    terpopuler
  • 1

    10 Pesan Sebelum Anak Berkebutuhan Khusus Belajar di Sekolah Umum

  • 2

    5 Cara Mencegah Bullying Kepada Anak Berkebutuhan Khusus

  • 3

    ABK 3x Lebih Berisiko Alami Perundungan, Cek Efeknya

  • 4

    Fasilitas Bus Atlet Disabilitas untuk Asian Para Games 2018

  • 5

    Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah

  • Fokus
  • Negosiasi Panjang Freeport, RI Akhirnya Kuasai 51 Persen Saham

    Negosiasi Panjang Freeport, RI Akhirnya Kuasai 51 Persen Saham

  • Pemerintah Cari Celah Keuntungan Perang Dagang Amerika - Cina

    Pemerintah Cari Celah Keuntungan Perang Dagang Amerika - Cina

  • Kecam Duterte, Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari

    Kecam Duterte, Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari

  • KPU Menunggu Gugatan Rekapitulasi Hasil Suara Pilkada 2018

    KPU Menunggu Gugatan Rekapitulasi Hasil Suara Pilkada 2018

  • Terkini
  • 4 Syarat Ini Harus Dimiliki Hakim yang Menangani Kasus Difabel

    4 Syarat Ini Harus Dimiliki Hakim ya ng Menangani Kasus Difabel

    1 jam lalu
  • Di Yogyakarta, Pendamping Difabel  Diijinkan Tak Bersertifikat

    Di Yogyakarta, Pendamping Difabel Diijinkan Tak Bersertifikat

    4 jam lalu
  • Perlindungan Hukum Bagi Difabel Ditandatangani di Yogyakarta

    Perlindungan Hukum Bagi Difabel Ditandatangani di Yogyakarta

    5 jam lalu
  • Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah

    Tips Hari Pertama Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah

    1 hari lalu
  • 4 Jurus Agar Difabel Tak Ditolak Membuka Rekening di Bank

    4 Jurus Agar Difabel Tak Ditolak Membuka Rekening di Bank

    1 hari lalu
  • Bahasa Isyarat SIBI dan Bisindo, Tilik Perbedaannya

    Bahasa Isyarat SIBI dan Bisindo, Tilik Perbedaannya

    1 hari lalu
  • ABK 3x Lebih Berisiko Alami Perundungan, Cek Efeknya

    ABK 3x Lebih Berisiko Alami Perundungan, Cek Efeknya

    1 hari lalu
  • 3 Kemampuan Pebasket Kursi Roda yang Tak Dimiliki Pebasket Biasa

    3 Kemampuan Pebasket Kursi Roda yang Tak Dimiliki Pebasket Biasa

    1 hari lalu
  • 5 Cara Mencegah Bullying Kepada Anak Berkebutuhan Khusus

    5 Cara Mencegah Bullying Kepada Anak Berkebutuhan Khusus

    2 hari lalu
  • Kaiden, Orang Indonesia Pertama Pembuat Tongkat Tunanetra

    Kaiden, Orang Indonesia Pertama Pembuat Tongkat Tunanetra

    3 hari lalu
  • Selengkap nya Grafis

    Survei Menyebutkan Anies Baswedan Calon Kuat Pendamping Prabowo

    Dalam survei yang lakukan Maret dan Mei 2018 menyebutkan Anies Baswedan merupakan calon yang cocok untuk Prabowo Subianto.

    Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »