GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

'Permufakatan Yogyakarta,' Upaya Perbaiki Cara Hidup Berbangsa ...

'Permufakatan Yogyakarta,' Upaya Perbaiki Cara Hidup Berbangsa ...

Yogyakarta 'Permufakatan Yogyakarta,' Upaya Perbaiki Cara Hidup Berbangsa dan Bernegara Permufakatan ini dianggap sebagai fundamental …

'Permufakatan Yogyakarta,' Upaya Perbaiki Cara Hidup Berbangsa ...

Yogyakarta

'Permufakatan Yogyakarta,' Upaya Perbaiki Cara Hidup Berbangsa dan Bernegara

Permufakatan ini dianggap sebagai fundamental untuk memperbaiki cara hidup berbangsa dan bernegara, di tengah maraknya benturan antara agama-budaya

'Permufakatan Yogyakarta,' Upaya Perbaiki Cara Hidup Berbangsa dan BernegaraTRIBUNJOGJA.COM / Ahmad SyarifudinMenteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin bersama Agamawan-Budayawan ketika menutup sarasehan Reaktualisasi Relasi Agama dan Budaya di Tembi, Sewon, Bantul Sabtu (03/11/2018)

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJ OGJA.COM, BANTUL - Sarasehan Kementerian agama bersama sejumlah tokoh agama-budayawan di Tembi, Sewon, Bantul, menghasilkan enam butir Permufakatan Yogyakarta.

Permufakatan ini dianggap sebagai fundamental untuk memperbaiki cara hidup berbangsa dan bernegara, di tengah maraknya benturan antara agama dan budaya di Indonesia.

"Akhirnya kita berhasil menyepakati sesuatu yang kita anggap fundamental untuk memperbaiki cara hidup kita dalam berbangsa dan bernegara," kata Budayawan, Radhar Panca Dahana, saat menutup sarasehan Agamawan-budayawan, Sabtu (03/11/2018)

Menurutnya, permufakatan Yogyakarta merupakan gagasan yang menjadi pijakan bersama yang digunakan oleh segenap aparatus negara dan masyarakat dalam menghadapi perkembangan tak terduga ditingkat global.

Radhar sendiri mengaku takjub atas permufakatan yang baru saja dihasilkan.

"Kami merasa takjub, kok bisa kita akhirnya bermufakat. Karena itu sebenarnya prinsipil dan menja di alasan untuk bertikai di antara kita semua," ungkapnya.

Baca: Sarasehan Kemenag bersama Tokoh Agama-Budayawan Hasilkan Enam Permufakatan

Akan Dibumikan

Radhar bersama para agamawan-budayawan yang hadir menyadari sepenuhnya, bahwa bahasa yang digunakan dalam teks permufakatan Yogyakarta masih menggunakan bahasa langit.

Bahasa langit merupakan ungkapan dari bahasa yang sukar dipahami.

Halaman selanjutnya 123
Penulis: Ahmad Syarifudin Editor: Ari Nugroho Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

Tidak ada komentar